Ia menjelaskan, dalam teori psikologi dari Abraham Maslow, ada namanya kebutuhan dasar manusia. Salah satunya, adalah rasa dicintai dan mencintai. Dalam artian membutuhkan interaksi intimasi, suatu relasi sosial yang sangat dalam melibatkan empati, melibatkan rasa sayang tidak cuma sekedar nafsu atau birahi.
Ia menilai bisnis sewa pacar ini bisa memberikan kebutuhan intimasi kepada yang membutuhkan. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan relasi sesuai keinginan mereka.
“Misal orang ingin punya pacar dengan kriteria A, B, C, D, E. Tapi mencarinya susah. Dengan jasa sewa pacar ini, penyewa bisa request meminta ingin pacar dengan bentuk fisik yang langsung, berisi, tinggi, atau kulit putih sesuai keinginan atau fantasi penyewa. Jadi jasa sewa pacar memudahkan beberapa orang mendapatkan pacar sesuai fantasinya,” katanya.
Penuhi ego menjadi superior
Menurut jurnal yang ia baca, jasa sewa pacar ini membantu orang yang mempunyai trauma terhadap masa lalu. Seperti trauma sering mendapatkan kritik, tidak pernah didengarkan, hingga mendapatkan labeling. Padahal mereka membutuhkan teman. Dengan jasa pacar sewaan ini menyediakan layanan jasa untuk mengobrol, saling cerita, bahkan di Jepang ada jasa sewa untuk mendengarkan saja.
Jasa ini, kata Fauzia, bisa membantu orang-orang yang sebenarnya ingin bercerita tetapi tidak ingin mendapatkan penilaian, penghakiman, ingin mendapatkan empati, dan ingin berinteraksi.
BACA JUGA: Psikolog Ungkap Alasan Sewa Pacar Marak, Tak Selalu Menjurus Hal Negatif
Yang terakhir, lanjutnya, berkaitan dengan ego, dan setiap orang pasti punya. Misal seorang sudah berpacaran kemudian putus karena egonya, sehingga membutuhkan submisif. Butuh pacar yang sangat penurut, tidak banyak membantah atau meminta. Jadi mereka membutuhkan jasa pacar untuk memenuhi kebutuhan egonya sebagai laki-laki yang superior.





