Jateng

Menjemput Kesetaraan Kerja, Puluhan Disabilitas Ikuti Seleksi di Job Fair MTQ Nasional Semarang

×

Menjemput Kesetaraan Kerja, Puluhan Disabilitas Ikuti Seleksi di Job Fair MTQ Nasional Semarang

Sebarkan artikel ini
Disabilitas di job fair MTQ Nasional Semarang
Sejumlah teman disabilitas turut menjemput peluang kerja di bursa kerja atau job fair dalam rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026 Semarang, Jumat, 18 September 2026. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bursa kerja atau job fair kembali digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), puluhan penyandang disabilitas punya kesempatan yang sama.

Job fair yang terselenggara itu bagian dari rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026, di Kota Semarang. Puluhan peserta difabel datang, karena mereka ingin memperoleh pekerjaan impian yang layak.

Semangat tinggi muncul dari kawan-kawan disabilitas dalam mencari kerja di job fair MTQ Nasional XXXI Semarang. Para pelamar membawa berkas persyaratan dengan rapi, agar dapat diserahkan langsung kepada perwakilan perusahaan.

BACA JUGA: Cerita Nenek Samijah dan Dua Cucu Disabilitas di Blora, Difasilitasi Bedah Rumah

Panitia penyelenggara menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, sehingga disabilitas mencari kerja di job fair bisa terbantu. Pelayanan ramah tersebut membuat suasana bursa kerja, agar terasa semakin inklusif bagi seluruh peserta.

Mengapa Teman Disabilitas Antusias Mencari Kerja di Job Fair MTQ Nasional Semarang?

Penyelenggara menyediakan layanan penerjemah bahasa isyarat, sehingga komunikasi antara pelamar dan perusahaan berjalan lancar.

Sals seorang peserta bernama Dicky Mahendra, mengatakan, dia datang dengan menawarkan salah satu kemampuan kerja yang dimiliki sebelumnya.

BACA JUGA: 7 Ribu Pekerja Kena PHK, Wilayah Solo Raya Cetak Rekor Tertinggi, Alasannya?

Dia bilang, pernah berwirausaha membuat kue dan merias pengantin. Pelamar berbakat tersebut juga memiliki kemampuan mengajar tari, serta pernah bekerja pada sebuah kafe lokal.

“Mudah-mudahan saya bisa terus berjuang dan bisa masuk PT Eclat, agar mendapat pengalaman dan membahagiakan orang tua,” katanya, melalui seorang juru bicara penerjemah.

Dicky sengaja datang bersama temannya ke lokasi acara tersebut, sebab ia ingin mencoba peruntungan pada bidang baru.

“Saya diajak teman ke sini, ya harapannya bisa diterima,” ucapnya.

Dukungan Perusahaan Terhadap Keterlibatan Tenaga Kerja Inklusif

Staf HRD PT Eclat Textile International, Lisa, mengatakan, cukup banyak pencari kerja disabilitas yang melamar di perusahaan yang berada di KEK Kendal tersebut.

“Untuk job fair hari ini, pendaftar untuk yang disabilitas itu banyak sekali, kayaknya memang antusias. Ini bisa dilihat di samping saya banyak sekali peminatnya,” ucapnya.

Lisa mengatakan, banyak pelamar yang telah berpengalaman maupun belum memiliki pengalaman menjahit. Namun demikian, seluruh lamaran kemudian dilakukan screening.

Terkait gaji bagi pekerja disabilitas, Lisa mengatakan, tidak ada perbedaan dengan pekerja lainnya. Bahkan, ketika kinerjanya memenuhi harapan perusahaan, mereka bisa diangkat sebagai pekerja tetap dan mendapat upah serta lembur.

“Kami berharap job fair seperti ini memberi kesempatan kepada perusahaan untuk merekrut para pekerja,” ucap dia.

BACA JUGA: “Apa Pun yang Penting Kerjanya Halal”, Kisah Pria 57 Tahun Asal Surabaya Cari Pekerjaan di Job Fair MTQ Semarang

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jateng, Candra Yuliawan membeberkan, job fair tersebut diikuti sekitar 40 perusahaan.

Adapun jumlah total pencari kerja yang mendaftar sebanyak 2.624 orang, dengan jumlah kehadiran 1.487 orang selama dua hari pelaksanaan.

“Sebanyak 45 orang pencari kerja disabilitas mulai dari daksa, grahita, netra parsial, dan rungu-wicara. Paling banyak dari rungu-wicara, yakni 36 orang. Sementara pencari kerja umum tercatat 1.442 orang,” katanya.

Tips Mempersiapkan Diri Bagi Pelamar Difabel Saat Bursa Kerja

Kelompok disabilitas rungu wicara menjadi peserta terbanyak, sebab jumlah mereka mencapai puluhan orang di lokasi. Panitia bergerak cepat memberikan pendampingan khusus, agar proses wawancara kerja dapat berjalan dengan aman.

Pelamar disarankan menyiapkan resume yang sangat jelas, karena dokumen tersebut menjadi acuan utama tim rekrutmen. Pengalaman kerja formal maupun wirausaha harus dicantumkan, supaya kualifikasi diri terlihat semakin menonjol dan profesional.

Komunikasi aktif dengan petugas pendamping sangat dianjurkan, agar kendala bahasa saat wawancara dapat segera teratasi. Sikap percaya diri perlu ditunjukkan kepada penguji, sehingga perusahaan yakin akan potensi calon karyawan.

Manfaatkan fasilitas inklusif yang telah disediakan panitia, karena layanan tersebut dibuat khusus untuk kemudahan peserta. Diskusi mengenai deskripsi pekerjaan harus dilakukan cermat, supaya pelamar memahami tugas utama secara mendalam.

Evaluasi hasil wawancara penting dilakukan secara berkala, agar persiapan melamar kerja berikutnya menjadi semakin matang. Semangat pantang menyerah menjadi kunci utama sukses, sehingga peluang diterima kerja semakin terbuka lebar. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp