Jateng

5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang

×

5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang

Sebarkan artikel ini
MTQ Nasional Jawa Tengah
Pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu, 12 September 2026. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv –  Lomba kaligrafi Al Quran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tahun 2026 terlaksana di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Rektor Undip, Suharnomo mengatakan, bersyukur mendapat kepercayaan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tahun 2026.

Suharnomo mengatakan,, Undip berkomitmen memberikan dukungan untuk memastikan pelaksanaan lomba di lingkungan kampus berjalan dengan baik.

Dia bilang, keterlibatan Undip sebagai lokasi pelaksanaan lomba menjadi bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap gelaran MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.

“Kami sangat terima kasih diberi kepercayaan oleh Pak Gubernur untuk menjadi salah satu venue MTQ nasional. Kami sangat bangga dan sangat support sebisa-bisanya, sebagus-bagusnya untuk kesuksesan MTQ yang ada di Jawa Tengah,” katanya, Senin, 14 September 2026.

BACA JUGA: MTQ Nasional 2026 di Ibu Kota Jawa Tengah Bawa Pesan Kedamaian, Diikuti 2.242 Peserta dari 37 Provinsi

380 Peserta Ikuti Lima Golongan Lomba Kaligrafi

Direktur Lembaga Kaligrafi Al Quran (Lemka) KH Didin Sirojuddin AR mengatakan, lomba kaligrafi MTQ XXXI diikuti sekitar 380 peserta dari berbagai provinsi.

Setiap provinsi, kata dia, mengirimkan peserta untuk mengikuti lima golongan yang masing-masing terdiri atas kategori putra dan putri.

“Jadi masing-masing provinsi itu mengirimkan 10. Karena lomba ini terdiri dari lima golongan putra dan putri. Jadi, jumlah keseluruhan itu ya 380, lebih kurang sedikit ya,” katanya.

Adapun lima golongan yang menjadi perlombaan kaligrafi Al Quran, yakni naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.

Golongan naskah merupakan tulisan hitam putih. Sementara hiasan mushaf mencerminkan halaman awal Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah.

Kemudian, golongan dekorasi lebih menampilkan aksesoris untuk bagian interior maupun eksterior. Sedangkan golongan kontemporer menggunakan gaya baru yang melepaskan diri dari kaidah tulisan lama.

Sementara golongan digital menjadi perkembangan terbaru dalam lomba kaligrafi. Pada kategori tersebut, peserta membuat tulisan dan lukisan kaligrafi menggunakan komputer, bukan pulpen, cat, atau tinta.