“Tidak dibenarkan ada kader yang di luar barisan. Pimpinan Partai di setiap tingkatan agar memastikan seluruh kader dan 3 Pilar Partai berada dalam barisan yang solid dan kompak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Puan menyebut tujuan perjuangan partai tak hanya merebut kekuasaan secara demokratis. Tapi juga bagaimana kekuasaan tersebut dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat di jalan ideologi pembangunan Trisakti.
“Sejarah telah memberikan kesempatan kepada kita semua sebagai alat perjuangan partai dalam mewujudkan tujuan ideologisnya,” urai Puan.
“Laksanakanlah kewajiban tugas ideologis kita dengan tanpa memikirkan untung ruginya; Karma Nevad Ni Adikaratse; Ma Phaleshu Kada Chana,” sambungnya.
Di Sragen, Puan menyoroti kondisi kantor DPC yang dinilainya masih kurang representatif. Ia mengingatkan kepada pimpinan-pimpinan partai di daerah untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan fasilitas partai di wilayahnya masing-masing.
Puan bersyukur, hari ini telah dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan kantor baru DPC PDIP Sragen.
“Ini kantor DPC-nya? Bukannya mau ngenyek, tapi saya pikir kayak yang tadi-tadi (Wonogiri, Karanganyar). Tapi Alhamdulillah setelah Lebaran katanya akan lebih baik. Bukannya mewah tapi harus representatif. Supaya kelihatannya berwibawa!” tukas Puan.
“Katanya partai pemenang, tapi kok kayak nggak diurusin pemimpinnya. Ini mungkin pertama kali ke sini ya. Nanti saya mau kembali mampir Sragen, mau lihat lagi,” lanjut dia.
Dalam acara ini, Puan juga turut membagikan bantuan dalam acara ‘Ramadhan Berbagi’ untuk pengurus ranting dan warga. DPC PDIP Sragen sendiri sudah mendistribusikan bantuan beras ke total 20 kecamatan.
“Sambil menyelam minum air, saya berikan kontribusi saya, yaitu beras, yang jadi kebutuhan jelang hari raya. Bapak Ibu bantu bagikan, saya yang sediakan. Ini implementasi konkret gotong royong sebagai keluarga besar PDI Perjuangan. Harus terus kita lakukan untuk kemenangan 2024, siap atau enggak?” tanya Puan ke pengurus DPC PDIP Sragen.
“Siap!!” jawab kader PDIP.





