Salah satu mitra disebut menangani sekitar 58 titik calon lokasi. Adapun Yayasan Katalis mendapat cakupan sekitar 10-15 titik di wilayah DIY. Angka tersebut merupakan cakupan masing-masing mitra, bukan total seluruh calon lokasi di kedua provinsi.
Sebelum turun ke lapangan, para peserta mendapat pembekalan mengenai kebijakan pembangunan KNMP 2027, instrumen penilaian, pengujian kuesioner, hingga simulasi pemeriksaan. Mereka juga dipersiapkan untuk berkoordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Hedi menyebut proses penilaian lapangan direncanakan berlangsung sekitar dua minggu sesuai jadwal Satgas KKP.
KNMP targetkan mampu menggerakkan ekonomi desa
Hedi menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan permukiman atau penataan kampung. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan desa dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan.
Karena itu, perencanaannya harus memperhatikan kebutuhan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, hingga pelaku usaha lain yang bergerak di sektor tersebut.
“Jadi tidak membangun sebuah monumen saja. Namun, ini diharapkan menjadi pemicu untuk mendorong perekonomian di desa,” kata Hedi.
Ia berharap fasilitas yang dibangun nantinya mampu memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat. Dampaknya juga diharapkan menjangkau desa-desa sekitar yang memiliki potensi kelautan dan perikanan. (*)





