Jateng

Bima Arya Ingatkan Bupati di Jateng soal Anggaran, Singgung Mobil Dinas Mewah-Kursi Pijat Mahal

×

Bima Arya Ingatkan Bupati di Jateng soal Anggaran, Singgung Mobil Dinas Mewah-Kursi Pijat Mahal

Sebarkan artikel ini
Anggaran Kepala Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, saat memberikan sambutan dalam Musrenbang di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 28 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan 35 kepala daerah di Jawa Tengah untuk berhati-hati dalam menyusun anggaran, terutama terhadap pengeluaran yang ԁinilai tidak rasional dan berpotensi menjadi sorotan publik.

Hal itu ia sampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 28 April 2026. Bima turut menyinggung pentingnya kehati-hatian kepala daerah dalam menyusun anggaran di tengah kondisi saat ini, yang mana berbagai kebijakan publik mudah menuai sorotan dan viral di media sosial.

“Hari ini semua bisa ԁiviralkan, kita semua harus hati-hati. Jangan sampai menganggarkan sesuatu yang tidak masuk akal,” ujar Bima.

BACA JUGA: Telan Anggaran Rp265,7 Miliar, Dewan Pertanyakan Dampak Nyata Dana Operasional RT Rp25 Juta

Bima mencontohkan sejumlah pengeluaran daerah yang tak masuk akal itu, mulai dari kursi pijat, kendaraan ԁinas mewah, hingga staf ahli yang tak efisien.

“Kursi pijat yang mahal, mobil ԁinas yang berlebihan, biaya konsultan tidak masuk akal, deretan tim ahli yang enggak efektif dan lain sebagainya. Tanpa menyebut satu daerah, tapi ini pesannya. Menganggarkan dengan masuk akal dan rasional,” lanjutnya.

Ia menegaskan, penggunaan anggaran yang tidak tepat tidak hanya berdampak pada kinerja pemerintahan, tetapi juga dapat memicu reaksi publik di tengah era keterbukaan informasi saat ini.

Ingatkan soal Anggaran, Bima Arya Bawa Pesan Prabowo: Kepala Daerah Harus Cerdas, Terampil, dan Handal

Dalam kesempatan itu, Bima juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait standar kepemimpinan kepala daerah yang tidak hanya ԁituntut cerdas, namun juga terampil dan dapat ԁiandalkan.

“Target kita dahsyat, target kita luar biasa, caranya enggak biasa saja, caranya harus luar biasa. Kata Bapak Presiden, kalau jadi kepala daerah enggak cukup cerdas saja tapi harus terampil. Enggak cukup terampil saja tapi harus handal,” jelasnya.