Jateng

Bima Arya Ingatkan Bupati di Jateng soal Anggaran, Singgung Mobil Dinas Mewah-Kursi Pijat Mahal

×

Bima Arya Ingatkan Bupati di Jateng soal Anggaran, Singgung Mobil Dinas Mewah-Kursi Pijat Mahal

Sebarkan artikel ini
Anggaran Kepala Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, saat memberikan sambutan dalam Musrenbang di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 28 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Dalam kesempatan itu, Bima menyinggung ada pemimpin yang terampil tapi tidak bisa ԁipercaya, ada juga yang bisa ԁipercaya tapi kerjanya lambat. Karenanya, ia menyebut Prabowo mendorong konsep statecraft dalam kepemimpinan kepala daerah.

Bima menegaskan, pesan Prabowo tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam membina dan mengawasi pemerintah daerah.

“Ada yang terampil secara teknis tapi tidak bisa ԁipercaya. Ada yang bisa ԁipercaya tapi kerjanya lama. Jadi kata Bapak Presiden, statecraft itu mengelola kota atau kabupaten dengan handal, terampil, dan cerdas,” lanjut Bima.

Jateng Punya Kapasitas Fiskal Kuat Namun Tak Merata, Bima Sebut Kota Semarang dan Solo Paling Tinggi

Tak cuma itu, Bima juga menyoroti kondisi fiskal Jawa Tengah yang ia nilai cukup kuat di tingkat nasional, namun belum merata di seluruh daerah.

“Kalau kita lihat kapasitas fiskal di Jawa Tengah ini mantap, di urutan ke-6 di tingkat nasional. PAD-nya 66 persen, transfer pusatnya sekitar 30 persen. Jadi mantap Jawa Tengah ini,” ujarnya.

Kendati begitu, kata Bima, tidak semua kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki kondisi yang sama. Pihaknya menyebut Kota Semarang dan Solo sebagai contoh daerah dengan fiskal terkuat di Jawa Tengah.

“Tapi kalau kita lihat di tingkat kota/kabupaten, PR-nya masih banyak. Kapasitas fiskal yang kuat jelas Kota Semarang, Surakarta lumayan, tapi yang lain masih perlu perhatian,” katanya.

Daerah dengan kapasitas fiskal lemah, kata Bima, ԁitandai dengan ketergantungan yang tinggi terhadap transfer dari pemerintah pusat.

BACA JUGA: Tahun 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Anggaran Rp3 Triliun Lebih untuk Literasi Pendidikan

“Dikatakan kapasitas fiskal lemah kalau transfer pusatnya masih jauh lebih dominan ԁibanding pendapatan asli daerah,” imbuhnya.

Kondisi tersebut, kata Bima, menjadi pekerjaan rumah bagi daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran.