Berbekal inovasi dan kejelian melihat peluang, produk Yuta memilki banyak peminat. Bahkan, kue kering berbahan dasar tepung beras, gula, dan telur bikinannya itu pernah terbang ke Kanada, Georgia, Swiss, dan Singapura. Tak tanggung-tanggung, jualannya nyaris tak tersisa.
“Waktu pameran UMKM di Kanada itu produk saya laku keras. Saya bawa 2.000 kemasan, hampir 90 persen terjual. Sisa sedikit,” ungkapnya.
Hampir lima tahun menjalani bisnis kue semprong, Yuta saat ini tinggal menikmati hasilnya. Ia juga memiliki dua orang pegawai, Yuta mampu meraih omset hingga Rp 20 juta perbulan.
“Pemasarannya lewat media sosial dan marketplace, lebaran kemarin ada pelanggan dari Papua. Kita taruh juga di toko oleh-oleh Kota Lama, Balai Kota, Airport, hotel, gerai-gerai umkm, lawang sewu,” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





