Kesehatan

BNNP Jateng Kukuhkan 10 Ananda Bersinar, Pelajar Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

×

BNNP Jateng Kukuhkan 10 Ananda Bersinar, Pelajar Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini
BNNP Jateng Kukuhkan 10 Ananda Bersinar, Pelajar Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba
Jalan Sehat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertajuk One Step Against Drugs. Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar yang digelar di halaman Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – BNNP Jateng bersama Pemkot Semarang berkomitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika melalui Gerakan ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika mulai dari Anak Bersih Narkoba.

Program ini menempatkan anak dan remaja sebagai pelopor dalam upaya pencegahan narkoba sejak dini.

Komitmen ini terwujud dalam kegiatan Jalan Sehat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertajuk One Step Against Drugs. Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar di halaman Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Minggu, 26 Juli 2026.

Ratusan pelajar, kader PKK, relawan antinarkoba, organisasi masyarakat, Forkopimda, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum ikut terlibat. Selain jalan sehat, acara juga di isi senam bersama, hiburan, serta kampanye hidup sehat tanpa narkoba.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat mengatakan peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi gerakan bersama untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya juga ikut terancam. Karena itu, pencegahan harus mulai jauh sebelum anak menjadi korban,” tegas Agus.

Ia menjelaskan, Gerakan ANANDA BERSINAR dibangun dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sebagai benteng utama pencegahan.

Anak-anak juga harus memiliki bekal kemampuan mengenali bahaya narkoba serta keberanian menolak ajakan yang dapat merusak masa depan mereka.

“Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Mereka harus memiliki ketahanan diri, mampu memilih lingkungan yang sehat, dan berani berkata tidak ketika ada yang menawarkan narkoba,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BNNP Jawa Tengah juga mengukuhkan 10 Sobat Bersinar yang berasal dari pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang.

BACA JUGA: BNNP Jateng Minta Warga Waspada Vape atau Rokok Elektrik: Ada Indikasi Cairan Mengandung Narkoba 

Mereka harapannya menjadi duta sekaligus agen perubahan yang mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan sekolah maupun pergaulan.

“Hari ini generasi muda tidak hanya kita ajak menjauhi narkoba. Mereka harus berdiri di depan menjadi bagian dari gerakan pencegahan. Kami berharap Sobat Bersinar menjadi embrio lahirnya lebih banyak pelajar yang berani menjadi agen perubahan,” kata Agus.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh Gerakan ANANDA BERSINAR sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada di lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah,” ujar Agustina.

Ia juga mengapresiasi pengukuhan 10 Sobat Bersinar. Menurutnya, keterlibatan pelajar menjadi langkah penting karena pesan yang disampaikan sesama generasi muda lebih mudah di terima oleh teman sebaya.

“Saya ingin Sobat Bersinar menjadi contoh bahwa anak muda Kota Semarang bisa menjadi bagian dari solusi. Jadilah teman yang saling menjaga, saling mengingatkan, dan berani mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif. Jangan pernah takut mengatakan tidak terhadap narkoba,” pesannya.

Agustina menilai perlindungan terhadap anak dan remaja menjadi semakin penting di tengah bonus demografi yang akan Indonesia hadapi.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan memiliki daya saing. Narkoba dapat merampas seluruh potensi itu. Ketika kita menyelamatkan satu anak dari narkoba, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” tegasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp