Hukum & Kriminal

Bocah Boyolali Disiksa Ramai-ramai Gegara Dituduh Curi Daleman, Polisi Tangkap 8 Orang Diduga Penyiksa

×

Bocah Boyolali Disiksa Ramai-ramai Gegara Dituduh Curi Daleman, Polisi Tangkap 8 Orang Diduga Penyiksa

Sebarkan artikel ini
HIPMI Jawa Tengah | Pengeroyokan Mahasiswa Undip | SMP Grobogan | ilustrasi kekerasan // semarang
Ilustrasi penganiayaan. (Foto: Pexels/Pixabay)

BOYOLALI, beritajateng.tv – Seorang bocah di Boyolali, Jawa Tengah, menjadi korban penyiksaan yang dilakukan beramai-ramai oleh belasan orang karena tuduhan mencuri celana dalam.

Kejadian ini berlangsung di Desa Banyusri, Kecamatan Wonosegoro, 18 November 2024.

Parahnya, bocah tersebut disiksa di depan ayahnya yang berupaya melindungi anaknya yang berusia 12 tahun itu.

Perihal kasus penganiayaan ini, Polres Boyolali telah menangkap delapan orang terduga pelaku penganiayaan terhadap bocah 12 tahun.

BACA JUGA: Mengaku Bukan Gangster, Teman Korban Tewas Siswa SMKN 4 Semarang: Ada Orang Nodong Pistol

Polisi pun sudah menjadikan delapan orang tersebut sebagai tersangka.

Iptu Joko Purwadi mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan delapan orang terduga pelaku tadi malam. Setelah pemeriksaan, pihaknya tetapkan sebagai tersangka.

Joko mengatakan, setelah menerima laporan kejadian penganiayaan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Setelah penetapan orang-orang tersebut sebagai tersangka, mereka langsung di bawa ke Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan.

“Mulai hari ini sudah kami lakukan penahanan, sejak tanggal 12 Desember sampai nanti tanggal 31 Desember atau selama 20 hari ke depan,” jelas Joko.

Dari delapan orang yang polisi tangkap tersebut, salah satunya ketua RT, yang turut menganiaya korban. Mereka masing-masing berinisial, AG, SH, FM, MF, WT, MDR, TP, dan RM.

Sebagai informasi, penganiayaan terhadap KM viral di media sosial. Sebuah foto menunjukkan kondisi KM yang babak belur di bagian wajah. Kuku kakinya pun di cabut. Berdasarkan keterangan dalam unggahan foto tersebut, KM dituduh mencuri celana dalam milik istri Ketua RT setempat.

BACA JUGA: Tak Puas Alasan Polisi Soal Kasus Tewasnya Siswa SMK Semarang, LBH Petir Minta Kapolri Turun Tangan

Ayah KM yang bekerja sebagai tukang sayur kemudian Ketua RT hubungi untuk segera pulang. Sesampainya di lokasi, ayah KM meminta maaf atas kejadiaan tersebut, tapi tidak di hiraukan.