Menurut Sahid, salah satu kelebihan warung kelontong adalah harga yang lebih bersaing. Dibanding minimarket lainnya, harga barang di warung kelontong Madura memang lebih murah beberapa ratus rupiah.
Meski begitu, Sahid menyebut bahwa selisih harga antara warungnya dan minimarket sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, tak sedikit pembeli yang lantas memilih berbelanja di warung kelontong itu lantaran perbedaan harga itu.
“Bisa lebih murah sedikit karena ngambilnya langsung dari agen, jadi harganya nggak semahal minimarket,” imbuhnya.
BACA JUGA: Gondol Uang Rp 100 Juta, Pelaku Perampokan Bersenjata Api Tertangkap di 3 Tempat Berbeda
Dalam sehari, Sahid mengaku bisa meraup omset hingga Rp3 juta. Angka tersebut terbilang lebih sedikit daripada omset yang sebelumnya ia raih saat bekerja di Jakarta.
“Kalau Semarang belum seramai di Jakarta dulu, mungkin sehari Rp3 juta, jarang dapat lebih. Kadang bisa sampai Rp5 juta juga tapi beberapa kali aja. Kalau di Jakarta setiap harinya bisa dapat Rp5 juta sampai Rp6 juta,” katanya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





