Ita sapaan akrabnya memaparkan realisasi pendapatan tahun 2021 adalah sebesar Rp 4,8 Triliun, dan Belanja Rp 4,7 Triliun. Adapun target pendapatan Rp 5,1 Triliun. Dan realisasi belanja Rp 5,3 Triliun.
Ditambahkannya, karena kondisi pertengahan di tahun 2021, muncul varian delta, sehingga program yang telah dianggarkan ternyata belum terserap dan terealisasi karena kondisi-kondisi tersebut. “Harapannya tahun 2022, apa yang dianggarkan, dijalankan bisa terealisasi karena covid -19 sudah melandai,” imbuhnya.
Menurutnya, evaluasi yang akan dilakukan memaksimalkan pendapatan, agar pengeluaran dan pembangunan bisa terealisasi sesuai yang direncanakan. “Evaluasi yang paling penting sektor pendapatan ya. Karena tahun 2020 lalu, pembangunan sempat mandek. Tahun 2021 karena masih muncul varian delta, namun mulai bangkit. Dan tahun 2022 pendapatan kita akan digenjot, bagaimanapun pembangunan, dan kegiatan mulai berjalan normal kembali. Kalau tidak maksimal pendapatan, nantinya justru akan defisit,” ujarnya. (Ak/El)





