SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Kota Semarang mulai menggencarkan sosialisasi kepada sejumlah agen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di kawasan Kalibanteng hingga Krapyak.
Langkah ini untuk mengurangi potensi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas di Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan.
Sosialisasi tersebut berfokus pada larangan bagi armada bus berukuran besar AKAP untuk tidak melakukan putar balik atau U-turn di sepanjang Jalan Prof. Hamka.
Selama ini, manuver kendaraan besar di kawasan tersebut, kerap membuat macet, menghambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Perhubungan Kota Semarang, aktivitas putar balik yang armada bus AKAP lakukan di ruas jalan tersebut sering menimbulkan perlambatan kendaraan. Terutama pada jam-jam sibuk ketika volume lalu lintas sedang tinggi.
Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Semarang, Budi Santoso, mengatakan pihaknya sengaja mendatangi sejumlah kantor agen bus untuk memberikan pemahaman langsung kepada pengelola maupun operator armada.
“Kami meminta kerja sama seluruh agen bus di koridor Kalibanteng hingga Krapyak. Agar terus mengingatkan para pengemudi untuk tidak memasuki maupun melakukan putar balik di Jalan Prof. Hamka. Aturan ini demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas bersama,” ujarnya.
BACA JUGA: Dishub Pasang Lagi Portal Jrakah Semarang, Truk Overtonase Diminta Patuhi Aturan
Menurut Budi, Jalan Prof. Hamka telah memiliki portal pembatas dengan tinggi maksimal 3,4 meter.
Selain itu, ruas jalan tersebut juga menerapkan pembatasan kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton.
Karena itu, armada bus AKAP maupun kendaraan besar lainnya ia minta memanfaatkan fasilitas putar balik yang telah tersedia di Jalan Walisongo atau Jalur Pantura Semarang-Kendal.
Jalur tersebut menurutnya, lebih aman karena memiliki ruang manuver yang lebih luas dan tidak mengganggu arus lalu lintas perkotaan.
“Untuk kendaraan besar, fasilitas putar balik yang tersedia di Jalan Walisongo maupun Jalur Pantura jauh lebih representatif dan aman. Kami berharap seluruh operator bus dapat mematuhi ketentuan tersebut,” katanya.





