DEMAK, beritajateng.tv – Akibat limbah Rumah Pemotongan Ayam atau RPA Hajar Aswad yang mencemari lingkungan, Bupati Demak akhirnya mengambil sikap.
Pencemaran lingkungan yang mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian milik warga mengalami gagal panen dampak.
Hal ini lantaran limbah Rumah Pemotongan Ayam Hajar Aswad di desa Kalikondang, kecamatan Demak kota, Demak mengganggu warga.
“Melihat kondisi tersebut tentunya. Kemarin kami dari Dinas Lingkungan Hidup sudah turun nggih. Sebelum masyarakat melakukan demo dan sudah aduan tersebut,” tutur Eistianah.
BACA JUGA: Limbah Rumah Pemotongan Ayam Hajar Aswad Cemari Ratusan Hektar Sawah
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak dengan Provinsi Jawa Tengah. Nantinya akan ada pengecekan langsung di lapangan untuk melaksanakan hasil keputusan bersama terkait pemindahan lokasi RPA Hajar Aswad.
“Kita sudah turun dan menindaklanjuti, kita tinggal menunggu nanti dari DLH Demak juga akan ini bekoordinasi dengan DLH Provinsi. Untuk menentukan kelayakan, kalau info yang kami dapat sepertinya akan mau pindah,” tegas Bupati Demak.
Terkait berdirinya RPA Hajar Aswad di saluran irigasi yang berfungsi sebagai pengairan area pertanian.
Menurut pemangku wilayah dalam hal ini kepala desa Kalikondang, Asif Barchiya menyebut bahwa dirinya sudah pernah mengingatkan terkait hal tersebut. Akan tetapi hal tersebut tidak mendapatkan tanggapan apapun dari RPA Hajar Aswad.
“Memang benar, dalam hal ini pemerintah desa sudah pernah mengingatkan sebelum CV Hajar Aswad Berdiri. Eh malah sekarang ada bangunan berdiri di saluran irigasi, kita malah jadi bingung sendiri,” pungkas Kades Kalikondang. (*)
Editor: Elly Amaliyah





