Bram mengatakan, perjalanan memburu bongpay selama ini bisa terbilang sebagai misi mencari missing link terkait sejarah Tionghoa di Semarang. Tak terkecuali soal banyaknya tokoh Tionghoa terkenal yang belum diketahui.
BACA JUGA: Viral Belasan ‘Bongpay’ Batu Nisan Makam Tionghoa Jadi Tutup Selokan di Jomblang Semarang
Dari bongpay-bongpay tersebut, kata Bram, dapat menjadi awal dari penemuan tokoh-tokoh berjasa di masa lampau.
Tak hanya itu, ia pun berharap, dengan ditemukannya ratusan bongpay berusia tua, bongpay-bongpay tersebut juga bisa menjadi cagar budaya. Sehingga, tak ada lagi potongan sejarah Tionghoa yang hilang dari pengetahuan.
“Kita sering menyounding, Semarang ini banyak bongpay, kenapa sih nggak bisa dibuat ikon, di Jakarta ada bong kuno yang jadi cagar budaya. Tapi Semarang masih belum bisa melihat bongpay sebagai cagar budaya,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





