SEMARANG, beritajateng.tv – Festival Balon Udara Semarang menuai banyak kritikan setelah penyelenggaraan event ini menyebabkan kemacetan panjang di Kawasan Undip Semarang, Minggu, 3 Mei 2026.
Antusias masyarakat yang ingin menyaksikan festival balon pertama di kota Semarang cukup tinggi. Sedari pagi, Lapangan Tembak Undip Tembalang telah padat oleh pengunjung.
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 06.00 balon udara mulai di persiapkan untuk terbang. Satu persatu gas mulai menyala. Sebanyak 18 buah balon udara besar memenuhi tengah lapangan.
BACA JUGA: Nyaris Batal karena Hujan dan Banjir, Peserta Semarang Night Carnival 2026 Tetap Perform di Simpang Lima
Akan tetapi, karena kondisi angin yang cukup kencang, beberapa balon bahkan gagal terbang dan hanya mengembang saja. Tepat pukul 08.00 balon udara mulai diterbangkan, meski tak maksimal.
Lokasi kegiatan penuh masyarakat yang antusiasi menyaksilan balon udara di langit Semarang. Tak sampai satu jam, satu persatu balon diturunkan.
Sementara kemacetan panjang telah mengular di berbagai ruas jalan seputar Kampus Undip Tembalang, Kota Semarang.
Menyisakan penyesalan bagi masyarakat yang rela menerobos panjangnya kemacetan untuk menyaksikan balon udara.
Meski demikian, tak sedikit pula warga yang merasa senang melihat festival balon udara tersebut. Seperti Putri dan Laela warga Kota Semarang.
“Seru banget karena ini baru pertama kali di Semarang. Kesannya seru, meriah apalagi ada banyak stand-stand makanan di sini,” kata Putri.
Putri berharap Festival balon udara ini bisa dihelat dengan lebih matang persiapannya dan lebih meriah lagi. (*)





