“Saya melihatnya bukan sebagai bisnis, anggap saja sebagai kolektor. Tapi kalau ada yang minat membeli ya saya persilahkan, karena ini sekarang jumlahnya banyak banget,” katanya sambil bergurau.
Ia menambahkan, kehadiran komunitas SSC selain untuk mengenalkan tanaman sansivera kepada masyarakat luas, juga untuk mendorong para kolektor untuk bertani. Menurutnya, jenis tanaman tersebut memiliki peluang besar dalam sektor ekonomi.
“Ada komunitas SSC tidak hanya sekadar hobi saja. Kalau bisa mengajak kolektor untuk bertani sehingga bisa menaikan ekonomi dan menambah income,” ungkapnya.
Mengenai harga, tanaman tersebut cukup bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu hingga jutaan rupiah per pot, tergantung umur dan kelangkaannya.
“Semakin langka jenisnya, maka semakin mahal harganya,” imbuhnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





