SEMARANG, beritajateng.tv – Panen raya durian di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, tahun ini terancam tidak maksimal. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama memengaruhi produktivitas durian lokal Brongkol.
Para petani durian setempat mengeluhkan penurunan jumlah buah pada setiap pohon. Kondisi cuaca basah menyebabkan banyak bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah. Akibatnya, produksi durian lokal tahun ini berpotensi turun signifikan.
Pemilik kebun durian di Dusun Gertas, Imam Safroni (32), menjelaskan bahwa wilayahnya memang belum memasuki puncak panen raya. Meski demikian, ia menilai tanda-tanda penurunan produksi sudah terlihat sejak awal musim.
“Jumlah buah di setiap pohon sangat sedikit. Bahkan, tidak menutup kemungkinan produksi durian lokal tahun ini bisa zonk,” ujar Imam, Sabtu 10 Januari 2025.
Imam menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di kebunnya. Hampir seluruh kebun durian milik warga Dusun Gertas mengalami situasi serupa. Curah hujan tinggi dinilai menjadi faktor utama yang menghambat proses pembungaan dan pembuahan durian lokal.
BACA JUGA: Gerebek Durian di Pasar Modern BSB City, Surga bagi Pencinta Durian di Semarang
Sementara itu, durian nonlokal seperti musang king dan montong mulai menunjukkan hasil panen, meski jumlahnya masih terbatas. Imam menyebut beberapa pohon musang king sudah menghasilkan buah matang pohon.
“Sudah ada satu atau dua buah yang bisa dipetik. Namun jumlahnya belum cukup untuk disebut panen raya,” tegasnya.
Petani durian lainnya, Sugeng (46), juga memprediksi hasil panen durian lokal Brongkol tahun ini menurun. Ia menilai jumlah buah yang tumbuh di pohon jauh lebih sedikit daripada musim sebelumnya.
Selain menurunkan kuantitas, Sugeng menyebut curah hujan tinggi juga berpotensi memengaruhi kualitas durian. Kondisi tersebut kerap menyebabkan cita rasa durian lokal berubah.
“Rasanya bisa jadi anyep, tidak legit, dan kurang manis. Kalau sudah begitu, durian sulit laku dan kurang diminati pembeli,” ungkapnya.
BACA JUGA: Milenial, Petani Durian, Hingga Pelaku UMKM Beri Dukungan Mbak Ita Jadi Walikota Lagi
Sugeng menegaskan, kualitas rasa menjadi daya tarik utama durian lokal Brongkol. Ketika cita rasa khasnya berkurang, nilai jual durian otomatis ikut menurun.
Sebagai informasi, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi durian lokal unggulan di Kabupaten Semarang. Namun, ketidakpastian cuaca tahun ini membuat para petani harus bersiap menghadapi potensi penurunan hasil panen. (*)
Editor: Farah Nazila





