SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca panas ekstrem melanda sejumlah negara Asia pada 2023. Meskipun tidak termasuk dalam daftar negara yang dilanda suhu panas ekstrem akibat gelombang panas, Indonesia terpantau mengalami lonjakan suhu.
Suhu terpanas di Indonesia yang tercatat pada stasiun BMKG di Ciputat adalah 37,2°C pada 17 April 2023 lalu. Di lokasi lain, suhu berkisar antara 34°C hingga 36°C.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro Hepatologi Dr dr Muzal Kadim SpA(K) mewanti-wanti soal dampak cuaca panas khususnya terhadap anak-anak yang sering berada di luar ruangan. Menurutnya, anak yang berada di luar ruangan memiliki risiko terkena dehidrasi.
BACA JUGA: Cuaca Semarang Panas Menyengat di Awal Ramadhan, Begini Kata BMKG
“Adanya suhu tinggi di luar ruangan menimbulkan risiko dehidrasi pada anak-anak, apalagi yang konsumsi air minumnya tidak banyak,” paparnya dalam media briefing, Kamis 27 April 2023.
Dr Muzal menghimbau agar para orang tua memberikan perhatian khusus terkait dehidrasi pada anak. Dehidrasi sendiri adalah kekurangan cairan tubuh. Pada anak-anak, gejala dehidrasi dapat berupa demam, lidah kering, dan rasa haus yang parah. Pada kondisi dehidrasi ekstrem, sering terdapat gejala air kencing menjadi berwarna pekat.
Atasi Dehidrasi dengan Pengganti Cairan Tubuh
Muzal menjelaskan orangtua bisa menangani sendiri dehidrasi ringan pada anak. Yaitu dengan pemberian penggantian cairan tubuh. Namun, anak yang mengalami dehidrasi berat beserta dengan diare dan muntah tentu harus segera ditangani di rumah sakit.
BACA JUGA: Viral Minum Oralit Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Ini Pendapat Ahli Gizi Udinus
Selain itu, dr Muzal juga menekankan pentingnya menjaga suhu tubuh anak. Ia menyarankan anak agar tidak terlalu lama berada di luar ruangan. Jika terpaksa, penting untuk menjaga cairan tubuh serta memakai tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar UV.





