Jateng

Dana Hasil Cukai Tembakau Kabupaten Semarang Turun 50 Persen, Program Kesejahteraan Ikut Disesuaikan

×

Dana Hasil Cukai Tembakau Kabupaten Semarang Turun 50 Persen, Program Kesejahteraan Ikut Disesuaikan

Sebarkan artikel ini
ngesti nugraha hasil cukai
Bupati Semarang, Ngeati Nugraha memberikan keterangan pers usai mengujuhkan Pengurus DPC P2RPTI Kabupaten Semarang, Kamis, 30 April 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 yang diterima Kabupaten Semarang bakal mengalami penurunan hingga 50 persen.

Kebijakan Pemerintah Pusat ini berpengaruh, mengingat sebagian peruntukan DBHCHT, salah satunya pengalokasian bagi program pembinaan lingkungan sosial.

Antara lain progran untuk mendorong peningkatan kesejahteraan. Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para buruh tani tembakau maupun buruh pabrik rokok.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengungkapkan, meski mengalami penurunan, pemanfaatan DBHCHT di Kabupaten Semarang tetap berjalan sesuai regulasi.

BACA JUGA: Ribuan Warga Semarang Terima Bantuan Dana Hasil Cukai, Bupati: Jangan untuk Judol

Ia menjelaskan, alokasi DBHCHT tetap mengacu pada ketentuan, yakni 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat. 40 persen untuk sektor kesehatan, dan 10 persen untuk penegakan hukum.

Namun, penurunan penerimaan membuat besaran anggaran untuk tiap program ikut menyesuaikan.

“Artinya tidak sama dengan tahun lalu,” jelasnya usai menghadiri pengukuhan pengurus DPC Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI) Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran.

Ia mencontohkan, bantuan bagi buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, pekerja terdampak PHK, serta masyarakat rentan kemungkinan berkurang. Jika sebelumnya menjangkau sekitar 2.000 penerima, tahun ini bisa turun menjadi sekitar 1.000 penerima.

Karena itu, Bupati berharap pengurus DPC P2RPTI Kabupaten Semarang dapat memberikan masukan terkait penggunaan DBHCHT, termasuk mencari solusi atas persoalan harga tembakau yang kerap jatuh saat panen raya.

“Sehingga P2RPTI bisa berperan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC P2RPTI Kabupaten Semarang, Imam Sunaryo, menyatakan pihaknya siap menjalankan harapan pemerintah daerah.

Ia menilai petani tembakau masih menghadapi persoalan klasik, seperti harga panen yang rendah dan kesulitan pemasaran akibat persaingan kualitas dan jenis tembakau.

Untuk mengatasi hal tersebut, P2RPTI menyiapkan sejumlah program, di antaranya peningkatan kualitas budidaya tembakau serta menjembatani penyerapan hasil panen dengan harga yang lebih kompetitif.

BACA JUGA: Keseruan Mabar Bulu Tangkis Wartawan vs Tim Bea Cukai Semarang, Laga Persahabatan-Silaturahmi

Selain itu, ia menyebut rencana berdirinya perusahaan kretek di Kabupaten Semarang yang harapannya dapat menyerap hasil panen petani dan mendukung peningkatan kesejahteraan mereka. (*)

Editor: Farah Nazila