Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya memanfaatkan dua jenis material sisa agar tidak langsung menjadi limbah. Bahan plastik berfungsi sebagai material utama tas, sedangkan potongan kain batik memberikan unsur dekoratif sekaligus memperkuat karakter produk.
Hasilnya, setiap eco handbag bisa memiliki tampilan yang berbeda tergantung perpaduan material, motif kain dan bentuk yang digunakan.
“Jadinya berbeda setiap tas. Eksklusif gitu, setiap orang punya model yang berbeda,” ucap Putri.
Bentuk Tas Terinspirasi Squid Game
Putri mengatakan, yang membuat produk ini semakin menarik yakni eksplorasi bentuknya. Dia tidak sekadar membuat tas dengan model konvensional. Dia mencari inspirasi dari bentuk-bentuk geometri yang populer dalam film dan serial Squid Game.
Tiga simbol yang identik dengan Squid Game, yakni lingkaran, segitiga dan kotak, menjadi salah satu sumber ide dalam pengembangan desain.
BACA JUGA: Abon Lele Pawon Mbok Kumpul, dari Semarang terbang ke Australia
“Di Squid Game itu ada kotak, segitiga sama bulat. Itu jadi inspirasi juga. Yang bulat sudah ada,” kata Putri.
Dari bentuk-bentuk tersebut, dia kemudian mengembangkan desain handbag dengan berbagai ukuran. Bentuk kotak bahkan dibuat dalam beberapa variasi. Handbag tersebut dijual mulai harga Rp175 ribu.
“Konsep utamanya kotak-kotak, mungkin empat atau lima, tetapi dibikin dalam beberapa ukuran,” ucapnya.
Satu Orang Bisa Membuat hingga Tiga Tas Sehari
Pada proses pembuatannya, Putri bilang, satu orang mampu membuat sekitar satu hingga tiga tas dalam sehari. Tergantung kebiasaan, tingkat kecepatan dan kompleksitas desain.
“Kalau dari awal sampai merakit, satu orang bisa satu sampai tiga tas kalau yang sudah cepat. Kalau yang baru belajar, ya satu tas,” ucapnya.
Meski berasal dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, Putri tidak ingin produk tersebut sekadar dipandang sebagai kerajinan daur ulang. Dia justru mencoba menempatkan material bekas tersebut dalam konteks fesyen sehingga memiliki fungsi baru sekaligus nilai estetika. (*)
Editor: Diaz A Abidin





