SEMARANG, beritajateng.tv – Potret Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pawon Mbok Kumpul asal Kota Semarang membuat inovasi abon lele. Bahkan produk abon lele yang diproduksi pernah diperkenalkan di Australia.
Hal itu dikatakan pemilik UMKM Pawon Mbok Kumpul, Susiwati (55), dalam pameran UMKM di Matahari Plaza Simpang Lima Semarang yang digelar bersamaan dengan rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026.
Dia membawa sejumlah produk abon dalam pameran tersebut. Mulai dari abon ikan bandeng, abon lele hingga abon ayam. Produk tersebut kemudian dikembangkan menjadi makanan turunan seperti lumpia.
“Lumpia biasanya isinya ayam biasa. Kami coba masukkan abon. Jadi rasa dari lumpia itu terasa juga,” kata Susiwati saat beritajateng.tv temui, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, konsep tersebut membuat konsumen mendapatkan pengalaman berbeda saat menyantap lumpia. Rasa abon tetap terasa tanpa menghilangkan karakter makanan yang menjadi produk turunannya.
Abon Praktis untuk Bekal Bepergian
Susiwati mengatakan, abon memiliki nilai unggul dari sisi kepraktisan. Produk tersebut bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan lauk yang mudah disimpan dan dibawa kemanapun.
Karena itu, dia menyebut abon cocok untuk ibu rumah tangga, anak kos hingga masyarakat yang membutuhkan bekal ketika bepergian.
“Termasuk untuk traveling juga bagus untuk oleh-oleh,” katanya.
BACA JUGA: Laris Manis! Omzet UMKM MTQ Semarang Tembus Rp2 Juta Per Hari Di Simpang Lima
UMKM Pawon Mbok Kumpul juga membawa bawang goreng sebagai salah satu produk dalam pameran. Total terdapat empat produk utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, yakni abon bandeng, abon lele, abon ayam dan bawang goreng, selain produk turunannya.
Dari beberapa jenis abon, abon bandeng dan abon ayam selama ini menjadi produk yang paling banyak diminati.





