SEMARANG, beritajateng.tv – Sehari menjelang penutupan pendaftaran SMA dan SMK Negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025, daya tampung SMAN 1 Semarang sudah terisi penuh.
Adapun daya tampung SMAN 1 Semarang pada tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 432 siswa. Jumlah tersebut terbagi menjadi beberapa jalur masuk yakni domisili reguler, domisili khusus, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Sie Informasi SPMB 2025 SMAN 1 Semarang, Dhidik Joko Purnomo menyebut, 432 kuota itu sudah terpenuhi. Hal itu Dhidik ungkap saat beritajateng.tv jumpai di Aula SMAN 1 Semarang, Selasa, 17 Juni 2025 sore.
“Secara pantauan jurnal untuk mutasi, prestasi, domisili khusus sudah cukup. Sedangkan domisili reguler itu kan katanya minimal ya, sebenarnya sudah cukup, tapi dapat limpahan dari afirmasi,” ucap Dhidik.
Kendati daya tampung sebanyak 432 itu sudah terpenuhi, namun masih ada jalur afirmasi yang kosong. Adapun jumlah siswa yang bisa masuk lewat jalur afirmasi ialah 138 orang.
BACA JUGA: SMAN 1 Semarang Bakal Terima 432 Murid Baru, Panitia SPMB: Gak Bisa Lagi Titip KK di Jalur Domisili
“Afirmasi kita itu kuotanya 138, tapi belum terpenuhi. Maka kuota sisanya itu secara otomatis di jurnal larinya ke domisili reguler, kalau gambarannya dalam jurnal itu ada jurnal warna hijau dan pink,” jelasnya.
Warna hijau untuk domisili reguler yang basisnya jarak, dan warna pink basisnya nilai, tapi sesama domisili.
“Seperti jalur prestasi tapi dalam domisili, sama-sama domisili tapi punya prestasi yang bagus,” sambung Dhidik.
SPMB SMAN 1 Semarang, jalur afirmasi belum terpenuhi beralih ke domisili reguler
Jalur afirmasi yang belum terpenuhi ini secara otomatis akan teralihkan ke jalur domisili reguler.
“Secara otomatis sampai sekarang pun sudah teralihkan. Jika nanti ada satu siswa afirmasi yang mendaftar, maka satu pengalihan [mulanya di domisili reguler] akan diambil, jadi hilang dalam jurnal,” terangnya.
Berdasarkan pantauannya pada jurnal SPMB tahun ini, jumlah calon siswa SMAN 1 Semarang yang masuk dalam domisili reguler hampir menyentuh 200 orang. Padahal, kata Dhidik, kuota minimal pada jalur domisili reguler itu ialah 121 orang.
BACA JUGA: Cek! Ini 3 Kategori Status Ekonomi yang Jadi Prioritas Jalur Afirmasi PPDB Jawa Tengah 2024 SMA/SMK
“Kalau sekarang kita pantau di domisili hampir 200, itu kan karena penambahan dari afirmasi. Kalau afirmasi yang daftar sampai penuh, minimal dari domisili reguler itu 121. Jadi masih banyak sekali limpahan dari jalur afirmasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dhidik mengungkap alasan mengapa jalur afirmasi belum banyak terisi.
“SPMB tahun ini pakai tarikan Dinsos, hanya siswa dari keluarga kurang mampu atau P1, P2, P3 yang masuk afirmasi. Selain itu seperti disabilitas, anak panti, anak tidak sekolah, nggak begitu banyak. Terbatas pada P1, P2, dan P3,” jelasnya.
Sementara keadaan di lapangan, kata Dhidik, banyak temuan siswa yang ternyata masuk dalam golongan P4.
“Banyak laporan di lapangan, setelah kita cek ternyata P4, makanya nggak bisa masuk afirmasi, bisanya ke jalur lain. Ini analisis yang bikin sedikit mendaftarnya di jalur afirmasi,” pungkas Dhidik. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





