Ia justru menilai tunik “bini sah” lebih fleksibel digunakan karena bisa dipadukan dengan berbagai bawahan. “Saya lebih rekomendasi yang tunik. Soalnya tunik masih bisa dikasih bawahan apa saja masih masuk,” katanya.
Tren Baju Lebaran Alami Lonjakan Penjualan
Di tokonya, tren pakaian Lebaran sudah terasa sejak awal Januari. Namun peningkatan penjualan semakin terasa memasuki Ramadan.
“Awal Januari sudah mulai ramai sampai sekarang. Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 60 sampai 75 persen,” ungkapnya.
Dalam sebulan terakhir, penjualan di tokonya bahkan sudah menembus lebih dari 100 potong berbagai model gamis dan tunik. “Kalau hitung-hitung banyaknya sih lebih dari 100. Soalnya seminggu empat kali model baru masuk,” katanya.
Sementara itu, pedagang lain di Pasar Johar, Alda dari toko Amanda Rizky, juga mengakui gamis “bini orang” menjadi model yang paling banyak dicari pembeli tahun ini.
“Tren yang paling dicari gamis bini orang, yang kayak gini,” ujar Alda sambil menunjukkan salah satu model di tokonya.
BACA JUGA: Daftar 3 Warna Berikut Bakal Jadi Tren Baju Lebaran Tahun Ini, Samaan Yuk!
Ia menjelaskan model tersebut memiliki ciri khas berupa potongan belahan serta kombinasi desain tertentu. “Yang ada belahannya, ada kombinasi belahannya,” jelasnya.
Menurut Alda, stok gamis tersebut bahkan sudah beberapa kali habis karena tingginya minat pembeli. “Ini sudah empat kali stok. Setiap restock tambah lima kodi,” katanya.
Mayoritas pembeli yang datang ke tokonya adalah ibu-ibu dan remaja yang sedang mencari busana untuk Lebaran. Alda mengatakan, untuk kalangan ibu-ibu lebih suka gamis bini orang, sedangkan remaja memilih gamis sultan yang lebih elegan.
Alda mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa sejak awal Ramadan dan kini omzetnya bahkan sudah meningkat signifikan ketimbang hari biasa.
“Penjualannya sudah dua kali lipat. Alhamdulillah selalu ramai. Menjelang Lebaran ini penuh terus,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





