Kesehatan

Dewi Ratnasari Terpilih Jadi Ketum IDI Cabang Blora, Soroti Maraknya Kasus HIV/AIDS

×

Dewi Ratnasari Terpilih Jadi Ketum IDI Cabang Blora, Soroti Maraknya Kasus HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Dewi Ratnasari terpilih menjadi Ketua IDI Blora, Jawa Tengah. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, Beritajateng.tv – Dewi Ratnasari resmi terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Blora untuk periode 2024-2027.

Dalam pelantikannya, yang dihadiri oleh 50 dokter yang bekerja di Kabupaten Blora, Dewi menyampaikan tantangan besar yang dihadapinya ke depan.

Pelantikan pengurus IDI Cabang Blora berlangsung hari ini, dan Dr. Dewi mengungkapkan optimisme bahwa seluruh pengurus siap berkontribusi maksimal.

“Tantangan ke depan cukup berat, namun kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya, Minggu 01 Februari 2025.

BACA JUGA: Angka Lanjut Kuliah Masih Rendah, Kabupaten Blora Wacanakan Pendirian Politeknik Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Dewi menyoroti sejumlah masalah kesehatan yang menjadi perhatian khusus, terutama meningkatnya kasus HIV/AIDS di Blora.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, dari Januari hingga November 2024, sebanyak 185 orang terpapar HIV/AIDS.

IDI Cabang Blora berencana mengedukasi masyarakat mengenai HIV/AIDS melalui seminar dan penyuluhan.

Dewi mengingatkan bahwa beberapa kasus HIV/AIDS kini merambah kalangan ibu dan anak, yang terpapar karena perilaku seksual menyimpang dari ayah

Ia berharap, di era kepemimpinannya, seluruh jajaran IDI dapat bekerja sama untuk menekan angka kasus stunting dan HIV/AIDS di Kabupaten Blora.

“Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ini,” tandasnya.

Dengan kepemimpinan Dewi Ratnasari, IDI Cabang Blora harapannya dapat berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat dan penanganan isu-isu kesehatan yang mendesak, termasuk HIV/AIDS dan stunting.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat Landa Puluhan Kios Pasar Induk Cepu Blora, Diduga Akibat Arus Pendek

Kegiatan edukasi dan seminar akan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan meminimalkan risiko penyebaran penyakit. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp