Gaya Hidup

Dibangun Tanpa Paku dan Ukiran Sarat Filosofi, Ini Keistimewaan Arsitektur Klenteng Hwie Wie Kiong

×

Dibangun Tanpa Paku dan Ukiran Sarat Filosofi, Ini Keistimewaan Arsitektur Klenteng Hwie Wie Kiong

Sebarkan artikel ini
Tampak bangunan Klenteng Hwie Wie Kiong
Tampak bangunan Klenteng Hwie Wie Kiong khas dengan ukiran asli Tiongkok yang oenuh filosofi. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Keistimewaan lain terletak pada teknik konstruksinya. Pembangunan klenteng ini tanpa paku besi. Sambungan antarbagian hanya menggunakan tusukan bambu, sebuah teknik tradisional yang menunjukkan kecanggihan arsitektur Tiongkok kuno.

Yang lebih istimewa lagi, ukiran-ukiran tersebut pembuatannya tidak di Indonesia. Seluruh ukiran dikerjakan langsung di negeri asalnya, Tiongkok, kemudian dibawa ke Nusantara menggunakan kapal. Hal ini menjadikan Klenteng Hwie Wie Kiong sebagai saksi nyata jalur budaya dan perdagangan masa lampau.

Karakter arsitektur Tiongkok Selatan terlihat jelas dari bubungan atap berbentuk ekor walet. Di bagian depan, patung Shi Zi atau singa jantan dan betina menyambut pengunjung sebagai simbol keharmonisan dan penjaga spiritual. Setiap ornamen, termasuk ukiran naga, tidak sekadar hiasan, tetapi sarat doa dan filosofi, konon membawa berkah serta perlindungan.

Tetap Lestari Meski Berusia Ratusan Tahun

Meski telah berusia ratusan tahun, Klenteng Hwie Wie Kiong masih mempertahankan banyak bagian aslinya. Renovasi berlangsung secara terbatas demi menjaga fungsi dan keselamatan bangunan. Tercatat, klenteng ini telah mengalami tiga kali renovasi besar.

Renovasi pertama berlangsung pada 1995–1996 di bagian belakang untuk tempat penyimpanan abu leluhur. Renovasi kedua menyasar bagian depan pada 2009–2010. Terakhir, pascapandemi pada 2022, berlangsung penggantian tiang depan dengan material beton.

Namun, di balik kelestariannya, klenteng ini juga menghadapi tantangan regenerasi. Sejak pandemi, tidak ada lagi generasi pengurus baru yang aktif melanjutkan kepengurusan, sebuah kondisi yang menjadi perhatian tersendiri bagi keberlanjutan pengelolaan klenteng ke depan.

BACA JUGA: Tahun Baru Imlek Lekat dengan Hujan Lebat, BMKG Ahmad Yani Semarang Beri Penjelasan Ilmiah

Kini, Klenteng Hwie Wie Kiong menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke Pecinan Semarang. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menikmati keindahan arsitektur serta mempelajari sejarah komunitas Tionghoa di kota ini.

“Klenteng Hwie Wie Kiong ini yang paling bagus ukiran-ukirannya di Kota Semarang,” kata Hadi menegaskan.