SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang driver ojek online (ojol) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Driver ojol bernama Tri Yulianto berusia 30 tahun ini merupakan warga Banyumanik. Ia meninggal karena gantung diri di rumah orang tuanya pada Kamis, 16 November 2023.
Adapun driver ojol tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang tetangga bernama Agus Sapto Lelono. Ia menemukan korban dalam keadaan tewas.
Sebelumnya, Agus mendatangi rumah korban dengan niat memberi makanan kepada Tri Yulianto. Seketika ia melihat korban sudah tak bernyawa dan dalam keadaan gantung diri, ia pun teriak.
“Begitu lihat langsung, saya langsung teriak, tetangga langsung keluar rumah semua,” katanya.
Informasi dari pihak kepolisian, Ipda Andre Prianto mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Ketua RT setempat terkait penemuan seorang pria warga Banyumanik yang tewas akibat gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB.
BACA JUGA: Sempat Berangkat Kerja Ojek Online, Begini Kronologi Pria Tewas Gantung Diri di Banyumanik Semarang
Andre pun menjelaskan, bahwa sehari-hari, driver ojol tersebut sebenarnya tinggal di tempat lain bersama dengan istrinya, bukan di rumah orang tuanya. Hal ini lantaran korban memiliki KTP dari Gedawang, di mana istrinya berasal.
Tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh driver ojol
Temuan ini lalu berlanjut ke Unit Inafis Polrestabes Semarang. Dari hasil pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP), tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Andre mengkonfirmasi keterangan dengan pihak keluarga korban. Didapatkan keterangan adanya permasalahan keluarga yang dialami korban.
Lebih lanjut, dari informasinya, driver ojol tersebut sempat bekerja menarik pelanggan gojek.
Namun, tidak lama setelah itu, korban kembali ke rumah orang tuanya. Saat itulah, seorang warga yang biasanya mengantarkan makanan melihat kejadian tersebut dari jendela.
“Informasinya, dia (korban) sebelum gantung diri sempat keluar ngojek. beberapa saat setelah itu, tetangga menemukannya gantung diri,” kata Polisi RW Polsek Banyumanik Semarang Ipda Andre Priyanto.
BACA JUGA: Rentetan Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Semarang, Psikolog Ungkap Sejumlah Faktor Penyebab





