Dalam hematnya, Disporapar dan Disdikbud menjadi contoh dinas yang tidak efektif. Hal itu pula yang mendasari adanya pemisahan dan penggabungan dinas.
“Tidak efektif; sekarang gini, pariwisata dengan olahraga kan gak efektif ya, hasil evaluasi kami, kurang klop. Terus kebudayaan dengan pendidikan? Ini seperti terpisah, kan gak nyambung secara tugas pokok fungsinya,” sambungnya.
Dinas anyar akan beroperasi September 2025 atau Januari 2026, bakal ada kadin anyar pula
Beredar informasi penggabungan maupun pemisahan dinas ini akan berjalan pada September 2025 mendatang.
Namun, Sumarno mengungkap pihaknya masih mengajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan evaluasi dan penetapan. Kendati begitu, ia menyebut perombakan OPD itu sudah mantap dilakukan.
Pihaknya tak langsung membenarkan dinas baru itu akan berjalan pada September 2025 mendatang, mengingat sudah ada penetapan anggaran 2025. Ia menyebut, operasional dinas tersebut bisa juga berjalan pada Januari 2026 mendatang.
“Catatan penting adalah dari sisi perencanaan kami sudah settle; karena ada OPD baru, apakah akan kami jalankan di 2026 atau 2025 itu nanti lihat efektifitasnya. Kalau kami jalankan di 2025 kan struktur APBD kita masih yang lama, apakah akan kami laksanakan mulai Januari 2026, itu mungkin akan kami kaji,” sambungnya.
BACA JUGA: Pemprov Jateng Rombak Beberapa Dinas, Ketua DPRD Sumanto: Samakan Visi Misi Pusat dan Daerah
Ia menegaskan tak ingin terburu-buru dalam menjalankan dinas baru tersebut.
“Kami kaji apakah bisa efektif atau tidak, kalau kami buru-buru laksanakan ternyata tidak efektif, justru menganggu aktifitas, kan sayang. Maka kami akan lakukan di 2026, tapi akan kami kaji dulu untuk pelaksanaan pastinya,” tegasnya.
Dengan adanya perombakan itu, otomatis akan ada kepala dinas baru yang akan memimpin OPD tersebut. Menanggapi itu, Sumarno mengaku pihaknya tengah melakukan assesment untuk memilih kepala dinas baru.
“Sebenarnya kami sudah berproses untuk assessment pengisian yang kosong-kosong ya, tentu saja kami sesuaikan dengan struktur yang ada,” pungkas Sumarno. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





