Jateng

Diresmikan Kembali Setelah Roboh, Situs Balai Panjang Dipasang Luwur Sunan Kalijaga

×

Diresmikan Kembali Setelah Roboh, Situs Balai Panjang Dipasang Luwur Sunan Kalijaga

Sebarkan artikel ini
Pemasangan luwur Sunan Kalijaga di lokasi situs Balai Panjang Desa Jatirejo. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Pemasangan luwur Sunan Kalijaga di lokasi situs Balai Panjang Desa Jatirejo. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setelah sempat roboh diterjang angin puting beliung, pada Oktober 2025 lalu, bangunan joglo situs Balai Panjang, Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang sudah selesai di bangun kembali.

Bertepatan dengan peresmian selesainya perbaikan, prosesi pemasangan luwur sebagai simbol spiritual situs peninggalan Sunan Kalijaga tersebut, Jumat 13 Februari 2026.

Prosesi pemasangan luwur Sunan Kalijaga di lokasi situs Balai Panjang Desa Jatirejo tersebut berjalan dengan khidmat. Bahkan semakin sakral dengan kehadiran kerabat Kadilangu atau keturunan langsung Sunan Kalijaga.

Seperti informasi, joglo situs Balai Panjang sebelumnya mengalami kerusakan berat setelah roboh karena bencana angin kencang. Yang terjadi pada hari Jumat 17 Oktober 2025, beberapa waktu lalu.

Balai Panjang merupakan tempat Sunan Kalijaga pernah bermusyawarah sebelum mendirikan Masjid Agung Demak hingga, situs berwujud bangunan punden kayu jati ini menjadi ikon wisata religi di Desa Jatirejo.

BACA JUGA: Jelang Grebeg Besar, Bupati Demak Pisowanan ke Trah Sunan Kalijaga

Raden Kristiawan Saputra, salah satu keturunan Sunan Kalijaga ke-15, mengatakan luwur yang dipasang di Balai Panjang ini pernah digunakan untuk menutup nisan di cungkup makam Sunan Kalijaga.

Luwur yang sudah terpasang untuk menutup nisan makam Sunan Kalijaga di kompleks makam di Kadilangu, Kabupaten Demak sejak tahun 1960 tersebut, kini di pasang di Balai Panjang.

Luwur ini juga menjadi penanda jika Sunan Kalijaga pernah singgah dan berdakwah di wilayah Desa Jatirejo ini. “Sekaligus juga sebagai lambang silaturahmi dan perjalanan sejarah Sunan Kalijaga,” jelasnya.

Sementara itu, rangkaian pemasangan luwur di situs Balai Panjang tersebut mulai dengan prosesi doa tahlil. Pemasangan ini terhadiri oleh para undangan serta ratusan warga Desa Jatirejo yang hadir.

Setelah doa tahlil, juru kunci Balai Panjang juga memimpin serangkaian doa untuk memohon keberkahan acara. Kemudian berlanjut dengan prosesi pemasangan luwur di Balai Panjang.

Sementara itu, Kepala Desa Jatirejo, Kharisma Teguh Pribadi mengungkapkan, Desa Jatirejo beruntung memiliki Balai Panjang. Situs ini merupakan ikon wisata religi di desanya.

“Sebagai ikon wisata reliji, nantinya juga akan di padukan dengan wisata alam yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di wilayah barat desa kami,” ungkapnya.

Salah satu keunikan Balai Panjang, lanjutnya, sudah berumur ratusan tahun. Bahkan kayu-kayunya juga masih asli seperti saat pertama kali dibangun dan belum pernah diganti.

BACA JUGA: Menyelamatkan Balai Panjang, Situs Walisongo yang Terdampak Bencana di Desa Jatirejo

Semuanya masih di pertahankan keasliannya. “Kecuali renovasi untuk bangunan pendopo joglo yang berfungsi untuk melindungi situs Balai Panjang,” kata Kharisma.

“Selain situs Balai Panjang, potensi wisata reliji di Desa Jatirejo adalah Masjid Baiturrohim yang telah berusia ratusan tahun, Makam Petik Penawangan, dan Sendang Tapak Wali,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp