SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang meluncurkan program ‘Jempol Pak Kuat’ untuk membantu pedagang di pasar tradisional dan modern untuk memperoleh identitas kemasan pangan berupa label putih.
Inisiatif ini bertujuan untuk menjamin keamanan pangan di pasaran sekaligus mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan kualitas usaha mereka.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyatakan bahwa pihaknya memfasilitasi registrasi izin edar serta sertifikasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)-PDUK untuk mendapatkan label putih.
BACA JUGA: Semarang Siap Jadi Pelopor Inovasi Lahan Salin, Solusi untuk Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan
Melalui program “jemput bola”, pihaknya melakukan pendataan kepada pedagang di Pasar Johar dan pasar modern seperti Frudo.
“Kami mengeluarkan izin label putih dan telah mendaftarkan. Serta memberikan kemasan kepada para pedagang yang telah memenuhi syarat,” jelas Endang pada Selasa, 4 Februari 2025.
Endang menekankan bahwa dengan adanya label putih, keamanan pangan dari segi kandungan dan higienitas akan terjamin.
Penataan dagangan yang telah dikemas dengan baik diharapkan dapat menarik lebih banyak pembeli dan menciptakan suasana pasar yang nyaman. “Pasar yang rapi dan bersih akan semakin ramai dan menarik minat pembeli,” tambahnya.
Label Putih
Di Pasar Johar, dinas ketahanan pangan telah meregister sebanyak 70 komoditas pangan yang mendapatkan label putih. Setiap pedagang memiliki variasi produk, mulai dari sembilan komoditas hingga lebih. “Di Pasar Modern, Frudo juga kami daftarkan untuk memperoleh label putih. Dengan label tersebut, produk mereka lebih mudah di terima di pasar modern,” imbuhnya.
Saat ini, lima pedagang di Pasar Johar dan tujuh pedagang mitra Frudo telah mendapatkan label putih. Komoditas yang di kemas meliputi cabai, bawang merah, kemiri, tanaman obat, sayuran, dan buah. “Kami bersyukur bahwa kemasan kini tampak baik dan dapat menjaga keamanan pangan,” jelas Endang.





