BACA JUGA: Sebelum Hilang Kontak, Berikut Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Aprillio Akbar, mengatakan, para keluarga dan rekan kerja telah menunggu kabar sejak kedelapan orang tersebut berangkat pada 7 September 2026. Dia berharap pihak berkompeten untuk terus melakukan upaya pencarian secara maksimal.
“Untuk keluarga dan teman-teman yang menunggu, juga pastinya tidak akan henti-hentinya berdoa. Berdoa untuk keselamatan dan kepulangan para jurnalis yang hilang kontak saat mengerjakan tugas jurnalistik, yakni meliput erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda,” katanya.
Keselamatan Jurnalis Sangat Penting dalam Peliputan
Koordinator KKJ Jateng-DIY, Raditya Mahendra Yasa, mengatakan, peristiwa tersebut menjadi pengingat, keselamatan harus menjadi bagian penting dalam setiap penugasan jurnalistik. Khususnya ketika jurnalis bekerja di wilayah rawan bencana.
“KKJ mengimbau jurnalis dan pers mahasiswa memahami kondisi lokasi, potensi bahaya, perkembangan cuaca, serta informasi dan peringatan dari otoritas sebelum melakukan peliputan,” kata dia.
Mahendra juga menekankan, keselamatan jurnalis bukan hanya tanggung jawab mereka yang berada di lapangan. Akan tetapi juga perusahaan media.
BACA JUGA: Daftar 4 Pulau yang Berada di Sekitar Gunung Anak Krakatau, Mungkinkah Jurnalis yang Hilang Ada Di Salah Satunya?
Sebagai informasi, lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga awak kapal yang turut hilang yakni Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto selaku pemandu.
Kedelapan orang tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin, 7 September 2026 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*)
Editor: Diaz A Abidin





