Nasional

Sebelum Hilang Kontak, Berikut Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Sekitar Gunung Anak Krakatau

×

Sebelum Hilang Kontak, Berikut Lokasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal di Sekitar Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini
gunung anak krakatau
Pesona Gunung Anak Krakatau. ig/@infoserang

SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar erupsi Gunung Anak Krakatau yang kini masih belum usai terus memancing banyak perhatian. Terlebih lagi hilangnya 5 jurnalis dan 3 kru kapal di sekitar gunung tersebut saat hendak melakukan peliputan.

Sebelumnya, lokasi terakhir mereka masih terdeteksi berada di sekitar Pulau Sebesi. Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital juga mengkonfirmasi bahwa titik koordinat terakhir berada di pulau tersebut.

Titik koordinat tersebut terdeteksi pada 7 September kemarin dan hingga saat ini masih terus berlangsung pencarian.

BACA JUGA: Podcast Gunung Ungaran Bakal Dibor! Semarang Bisa Krisis Air?

Berbagai pihak kini juga telah berusaha melakukan pencarian semaksimal mungkin untuk menemukan keberadaan 5 jurnalis dan 3 kru kapal. Tiga operator selular juga terus mendeteksi titik koordinat terakhir.

Namun untuk sementara waktu, titik koordinat tersebut kini terpantau masih berada di Pulau Sebesi.

Dalam hal ini, dihimbau juga kepada seluruh pihak untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan dari informasi yang beredar. Karena Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian semaksimal mungkin untuk menemukan korban.

Berharap mereka dalam kondisi baik tidak kurang apapun hanya saja terkendala jaringan untuk menghubungi siapapun.

Kondisi Gunung Anak Krakatau

Mengutip dari berbagai sumber, kondisi Gunung Anak Krakatau pada 12 September kemarin kini tertutup kabut dan asap kawah tidak terlihat dengan jelas.

Sejumlah aktivitas kegempaan turut tercatat, meliputi satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 9 mm dan durasi 21 detik. Selain itu, terpantau satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 11 mm yang berlangsung selama 5 detik.

Selanjutnya, tercatat delapan kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo berkisar antara 9–22 mm. Gempa tersebut tidak menunjukkan adanya waktu S-P yang teramati dan berlangsung selama 5–10 detik.

BACA JUGA: Proyek Geotermal Gunung Ungaran Jadi PSN, Bupati Semarang Minta Pemerintah Pusat Sosialiasi Terbuka ke Warga

Selain itu, tercatat satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2–10 mm, dengan amplitudo dominan sebesar 3 mm.