SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah seni mural bertema kampanye tertib berlalu lintas bisa dilihat pengunjung obyek wisata Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang. Lokasinya, di pagar jalan utama area parkir kompleks bangunan cagar budaya tersebut.
Karya seni mural sepanjang hampir 50 meter, dibuat oleh para seniman dari berbagai daerah. Semuanya merupakan mural karya lomba yang diinisiasi Hanoman Art Ambarawa, Fort Willem I dan Satlantas Polres Semarang dalam rangka HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengatakan, ada kesan saat melihat langsung berbagai karya mural yang telah dibuat di kompleks Fort Willem I Ambarawa tersebut.
BACA JUGA: Puluhan Perupa Ikut Lomba Mural EcoArt Jogo Kali, Ajang Silaturahmi dan Pamer Karya
Dia mengapresiasi inisiatif komunitas Hanoman Art Ambarawa yang menyulap pagar kosong kompleks Fort Willem I menjadi media seni mural yang sarat pesan.
Dia ingin karya- karya mural ini bisa menjadi salah satu media edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar senantiasa membudayakan tertib berlalu lintas guna mencegah angka kecelakaan di jalan raya.
“Sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Semarang, ke depan bisa menurun,” katanya, di Fort Willem Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu sore, 16 September 2026.
Pesan Bijak Berlalu-lintas
Dalam mural tersebut, para seniman menuangkan beragam pesan bijak terkait perilaku dan etika berlalu lintas.
Selain untuk mengedukasi ketertiban, keamanan dan keselamatan berlalu lintas, kata dia, karya- karya mural tersebut juga banyak memberikan pengetahuan kepada masyarakat.
“Khususnya terkait dengan tugas- tugas para petugas korps lalu lintas Bhayangkara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Selain Arsitektur Asli, Atraksi Seni Budaya Bakal Menjadi Daya Tarik Fort Willem I
Terpisah, Manager Operasional Fort Willem I Ambarawa, Harmun Fasil mengatakan, alasan lomba mural ini dilaksanakan di kompleks destinasi wisata tersebut.
Menurutnya, Ambarawa cukup strategis dalam mengedukasi masyarakat. Hal ini juga nyambung dengan Fort Willem I yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Semarang.
“Kebetulan, apa yang kami gagas bersama teman- teman Hanoman Art ini mendapat dukungan deri Polres Semarang,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





