Jateng

Dorong Penggunaan Alsintan Modern, Distanak Jateng: Efisiensi Pertanian Bisa Capai 50 Persen

×

Dorong Penggunaan Alsintan Modern, Distanak Jateng: Efisiensi Pertanian Bisa Capai 50 Persen

Sebarkan artikel ini
alsintan modern
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavarez. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen sekaligus menekan angka kehilangan hasil panen.

Langkah tersebut ԁiyakini tidak hanya mendongkrak produktivitas, tetapi juga bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani di Jawa Tengah.

Hal itu ԁiungkapkan oleh Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavarez, dalam penyerahan bantuan alsintan di kantor dinas terkait di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 3 Oktober 2026.

Menurut Defrancisco, pemanfaatan alsintan modern, mulai dari traktor roda empat, rice transplanter, hingga combine harvester, tidak sekadar mempercepat proses kerja.

“Penggunaan alsintan modern mampu menekan ongkos atau biaya produksi usaha tani berkisar antara 40 hingga 50 persen,” ungkap Defrancisco.

BACA JUGA: Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan ke Kelompok Tani, Tunjang Produktivitas di Jateng

Ia mencontohkan, pekerjaan penyiapan lahan yang biasanya membutuhkan hingga 20 tenaga kerja manusia, kini hanya memerlukan dua orang saja berkat bantuan mesin.

Selain efisiensi tenaga dan biaya, penggunaan alsintan modern juga signifikan dalam menekan angka kerugian hasil pertanian, baik saat panen, pengangkutan, maupun proses penggilingan.

Jika sebelumnya angka kerugian pascapanen bisa mencapai 10 persen, dengan alsintan angka tersebut dapat ԁipangkas hingga tersisa 2 persen saja.

“Oleh karena itu, produktivitas dan pendapatan petani akan mengalami peningkatan yang signifikan,” imbuhnya.

Alsintan Modern Kunci Tarik Minat Milenial

Lebih lanjut, Defrancisco menilai mekanisasi pertanian merupakan kunci utama untuk menarik minat generasi muda atau kaum milenial agar mau kembali melirik dan berkarya di sektor pertanian.

“Ini sekaligus membuktikan bahwa bertani di era modern seperti sekarang itu keren, cerdas, dan menjanjikan secara ekonomi,” tambahnya.

Senada, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengakui bahwa regenerasi petani kini menjadi tantangan besar di hampir seluruh daerah. Rendahnya minat anak muda turun ke sawah ԁisebabkan keinginan mendapatkan penghasilan instan, seperti bekerja di pabrik atau merantau ke kota.

BACA JUGA: Kemarau Ekstrem Ancam Produksi Padi di Jateng, Dinas Pertanian dan Peternakan Khawatir Penurunan Panen Lebih dari Empat Persen

Oleh karena itu, kehadiran alsintan modern tidak hanya ԁihadirkan untuk mengejar efisiensi dan produktivitas semata. Akan tetapi juga sebagai strategi untuk mengubah wajah pertanian tradisional menjadi lebih modern demi menarik minat generasi milenial.

“Alsintan modern ini juga untuk mendorong agar anak-anak muda dan para milenial lebih tertarik dan bangga terjun ke sektor pertanian,” tegas Gubernur. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp