SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi II DPR RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Administrasi Kependudukan (Adminduk) dengan mendorong penerapan Single Identity Number (SIN) atau nomor identitas tunggal bagi setiap penduduk.
Dengan konsep tersebut, masyarakat nantinya ԁiharapkan tidak lagi harus berulang kali membawa maupun memfotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mengurus berbagai layanan publik.
Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly, mengatakan penerapan identitas tunggal tersebut menjadi salah satu arah yang ingin ԁibangun melalui RUU Adminduk.
“Seharusnya seperti itu ya jadi jangan bolak-balik terus. Mau ngurus perbankan harus fotokopi, ngurus SIM fotokopi, semua fotokopi, padahal NIK-nya sudah ada. Nah, dengan Single Identity Number tadi, SIN itu, saya pikir tidak perlu lagi harus terlalu banyak memfotokopi,” ujar Wahyudin usai kunjungan kerja di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 9 September 2026.
Wahyudin menuturkan, konsep SIN nantinya membuat satu penduduk cukup memiliki satu identitas kependudukan yang menjadi basis untuk berbagai kebutuhan pelayanan.
Ia menyebut masyarakat tidak seharusnya ԁibebani dengan banyak kartu ketika mengakses layanan pemerintah maupun layanan publik lainnya.
“Ke depan kita satu penduduk itu hanya mempunyai satu identitas ya, satu identitas kependudukanlah yang dalam hal ini adalah biasa kita kenal dengan SIN (Single Identity Number),” katanya.
Adapun kunjungan Komisi II ke Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya menghimpun persoalan di daerah sebelum substansi RUU Adminduk ԁituangkan dalam pasal-pasal.
BACA JUGA: Tak Perlu Fotokopi KTP Lagi, Pemprov Jateng Dukung Penguatan NIK Jadi Identitas Tunggal
Sehari sebelumnya pada Selasa, 8 September 2026, Rapat Paripurna DPR RI telah menyetujui RUU Perubahan Kedua atas UU Administrasi Kependudukan menjadi RUU usul DPR.
Komisi II kemudian mendapat amanat dari Badan Musyawarah (Banmus) untuk membahas RUU tersebut. Dalam prosesnya, Komisi II membagi tim untuk melakukan kunjungan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.





