SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini mencuat dugaan polemik keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Jateng.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mengungkap dugaan pemaksaan kerja sama oleh petugas Polri terhadap sekolah-sekolah di Kabupaten Brebes dan Grobogan agar hanya menggunakan layanan SPPG milik institusi kepolisian.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Gedung DPR, Rabu, 12 November 2025 lalu, Yahya menilai praktik tersebut mencederai semangat kemitraan.
BACA JUGA: Pembangunan SPPG Polri di Kota Semarang Hampir Rampung, Bakal Layani 4 Ribu Penerima MBG
“Kehadiran SPPG Polri justru menimbulkan masalah, Pak Kepala BGN. Banyak polisi mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan sekolah menerima program mereka,” ujarnya, beritajateng.tv kutip dari kanal YouTube TV Parlemen.
Yahya menyebut aksi itu dilakukan oleh perwira menengah di tingkat Polres yang berkeliling ke sekolah. Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan semangat pemberdayaan masyarakat.
“Program SPPG yang warga kelola jadi terpinggirkan. Mereka sudah bermitra dengan sekolah, tapi malah [pihak sekolah] dipaksa pindah ke SPPG Polri,” tambahnya.
Dugaan pemaksaan SPPG Polri di Brebes dan Grobogan
Politisi itu menyebut laporan semacam ini datang dari dua wilayah, yaitu Grobogan dan Brebes. Ia meminta BGN segera menertibkan praktik tersebut agar tidak menimbulkan ketimpangan di lapangan.
“Pak Sony tolong ditertibkan. Jangan sampai sekolah yang sudah bekerja sama dengan SPPG warga malah kehilangan kesempatan hanya karena tekanan dari Polres,” tegasnya.
Permintaan itu ia tujukan kepada Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, yang memiliki latar belakang sebagai jenderal polisi. Yahya berharap Sony dapat menertibkan bawahannya agar tidak ada lagi upaya dominasi terhadap program masyarakat.
Berdasarkan data resmi Polri, jumlah SPPG Polri di Jawa Tengah mencapai 100 dapur. Angka itu tertinggi ketimbang daerah lain setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan 32 unit baru pada 17 Oktober 2025.
BACA JUGA: Tinjau Kesiapan SPPG Polres Semarang, Kapolri Tekankan Keamanan dan Kesehatan Menu MBG
“SPPG di Polda Jawa Tengah saat ini paling banyak di seluruh Indonesia,” kata Sigit.
Secara nasional, total SPPG Polri mencapai 672 dapur, melibatkan sekitar 33.600 tenaga kerja dan memberi manfaat bagi 2,3 juta penerima.
Polri menargetkan pembangunan 1.500 dapur gizi ke depan. Kapolri menegaskan setiap dapur harus menjaga standar operasional saat menyiapkan dan menyalurkan makanan.
“Saya minta semua personel memastikan anak-anak dalam kondisi baik sebelum dan setelah makan,” tegasnya. (*)





