Peristiwa

Dua Balita Kembar Tewas Tenggelam, Bahaya Saluran Irigasi Mengintai Permukiman Grobogan

×

Dua Balita Kembar Tewas Tenggelam, Bahaya Saluran Irigasi Mengintai Permukiman Grobogan

Sebarkan artikel ini
Konten Kreator Demak Meninggal | Sungai Lak | Mahasiswa UIN Walisongo | Jembatan Jurug | balita mranggen | RSJD Solo | Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi orang hanyut atau tenggelam. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peristiwa balita tenggelam Grobogan mengguncang warga Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu 17 Desember 2025 siang. Dua balita kembar berusia tiga tahun meninggal dunia setelah terseret arus saluran irigasi desa. Kejadian memilukan itu memicu duka mendalam sekaligus peringatan serius bagi keluarga sekitar aliran air terbuka.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada saluran irigasi Desa Penawangan. Kedua korban merupakan anak kembar berjenis kelamin laki-laki serta perempuan. Warga sekitar pertama kali melihat salah satu anak terseret arus saat mengambil air pembangunan talud desa.

Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo menjelaskan kronologi awal peristiwa tersebut. “Seorang warga melihat satu anak terbawa arus irigasi ketika hendak mengambil air,” ujar Sutarjo. Menurutnya, warga tersebut langsung bergerak cepat melakukan pertolongan darurat.

Upaya penyelamatan sempat memberi harapan. Warga mengevakuasi korban pertama menuju daratan, lalu membawa anak tersebut menuju Klinik Mentari Husada. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

BACA JUGA: 8 Santri Dugaan Kuat Tenggelam Saat Cari Kerang di Sungai Lusi Blora, 5 Masih Hilang

Keluarga kemudian melanjutkan pencarian terhadap korban kedua. Proses pencarian berlangsung singkat namun penuh kepanikan. Teriakan warga terdengar setelah menemukan anak kedua tersangkut bawah jembatan bambu area irigasi belakang rumah warga.

AKP Sutarjo kembali menjelaskan proses evakuasi lanjutan. “Warga segera mengangkat korban kedua lalu membawa menuju klinik terdekat,” katanya. Sayangnya, hasil pemeriksaan menunjukkan korban kedua juga meninggal dunia.

Pihak keluarga selanjutnya membawa kedua jenazah menuju RS Permata Utama untuk memastikan kondisi medis. Tim medis rumah sakit menyatakan kedua balita meninggal akibat tenggelam murni tanpa tanda kekerasan lain.

Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan Puskesmas Penawangan I segera melakukan pemeriksaan lokasi kejadian. Proses tersebut bertujuan memastikan penyebab kematian sekaligus mengumpulkan keterangan saksi sekitar.

AKP Sutarjo menegaskan hasil pemeriksaan awal. “Pemeriksaan menunjukkan kedua anak meninggal akibat tenggelam,” tegasnya. Ia menambahkan dugaan sementara mengarah pada aktivitas bermain dekat irigasi.

Balita Tenggelam Grobogan Jadi Peringatan Keras

Kasus balita tenggelam Grobogan memantik perhatian aparat wilayah setempat. Camat Penawangan Ruswandi turut menyampaikan keterangan terkait kondisi keluarga korban. Ia menjelaskan kedua anak berada rumah bersama kakek dan nenek saat kejadian.

Orang tua korban sedang bekerja saat peristiwa berlangsung. Tanpa pengawasan ketat, kedua anak keluar rumah lalu bermain menuju saluran irigasi. Situasi tersebut memperbesar risiko kecelakaan fatal.

Ruswandi menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat. “Kami meminta orang tua meningkatkan pengawasan, terutama dekat sungai atau irigasi,” ujarnya. Menurutnya, lingkungan air terbuka membutuhkan perhatian ekstra.

Selain itu, Ruswandi mendorong perangkat desa memperkuat pengamanan saluran irigasi. Ia menilai langkah pencegahan fisik penting untuk menekan kejadian serupa. Pemasangan pembatas sederhana dapat mengurangi risiko anak terjatuh.

Warga sekitar turut menyampaikan kesedihan mendalam. Banyak pihak berharap kejadian balita tenggelam Grobogan menjadi pelajaran bersama. Kesadaran kolektif dinilai penting untuk melindungi anak-anak.

BACA JUGA: Kecelakaan Air Kembali Terjadi, Siswa SMP Tenggelam di Bendungan Padas Klorot Semarang

Kepolisian memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur. Aparat mengedepankan pendekatan kemanusiaan mengingat suasana duka keluarga. Proses pemakaman berlangsung dengan pendampingan aparat desa.

Tragedi tersebut kembali menegaskan bahaya saluran air terbuka sekitar permukiman. Tanpa pengawasan, area tersebut berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan anak.

Pihak kecamatan berencana menyampaikan imbauan rutin kepada warga. Edukasi keselamatan anak akan menjadi agenda penting pertemuan desa mendatang. Langkah tersebut diharapkan mencegah kejadian serupa. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp