SEMARANG, beritajateng.tv – Meski Kejuaraan Terbuka Layang Gantung atau Gantole Telomoyo Cup IX 2025 nomor lintas alam resmi mulai, puluhan pilot (atlet) gantole belum bisa berlomba.
Mereka masih terkendala cuaca puncak Gunung Telomoyo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, yang dua hari terakhir berselimut kabut tebal.
Bahkan, kondisi itu membuat pimpinan lomba memutuskan meniadakan dua ronde lomba yang sedianya berlangsung pada Rabu-Kamis, 24-25 September 2025.
Pengambilan keputusan tersebut demi faktor keamanan dan keselamatan para pilot tersebab kabut tebal cukup mengganggu jarak pandang di tempat take off.
BACA JUGA: Paralayang Kabupaten Semarang Langsung Lolos Porprov Jateng XVII
Hal itu sebagaimana penuturan salah satu pilot asal Jawa Tengah, Sulis Widodo, yang beritajateng.tv konfirmasi di lokasi pendaratan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kamis, 25 September 2025 sore.
Menurutnya, sejak Kamis pagi lokasi take off di puncak Gunung Telomoyo tertutup kabut tebal. Kendati begitu, semua peserta tetap mempersiapkan layangan.
“Sehingga jika sewaktu-waktu cuaca membaik dan memungkinkan lomba, maka seluruh pilot sudah siap dan tinggal terbang,” ungkapnya.
Namun, kabut baru mulai menipis di lokasi take off menjelang pukul 14.00 WIB. Sehingga pimpinan lomba memutuskan kembali meniadakan lomba hari ini.
BACA JUGA: Trio Pilot Kabupaten Karanganyar Perkasa di Nomor Beregu Kelas A
Namun, panitia tetap memperbolehkan para pilot melakukan fun fly sepanjang cuaca mendukung dan masih memungkinkan untuk penerbangan gantole.
“Meski lomba ditiadakan, hari ini ada sekitar 20-an pilot terbang dari puncak Telomoyo menuju lokasi pendaratan di Sraten,” jelas Sulis.
Ia pun menyampaikan, pada Rabu kemarin pimpinan lomba juga meniadakan lomba ronde pertama karena kabut tebal dan bahkan sempat turun hujan di lokasi take off.
Sulis berharap cuaca akan lebih baik pada Jumat besok dan seterusnya. “Sehingga para pilot bisa terbang untuk menyelesaikan ronde lomba yang tersisa,” tuturnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





