Kesehatan

Dua Ribu Lebih Perempuan di Jateng Idap Kanker Serviks, Dinkes Gencarkan Vaksinasi HPV

×

Dua Ribu Lebih Perempuan di Jateng Idap Kanker Serviks, Dinkes Gencarkan Vaksinasi HPV

Sebarkan artikel ini
Kanker Serviks | DBD Jateng
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, Irma Makiah, saat dijumpai langsung di kantornya, Selasa, 22 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat ada 2 ribu lebih perempuan di Jateng yang mengidap kanker serviks.

Berdasarkan data dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat Pertama (FKTP) di bawah naungan Dinas Kesehatan Jateng, ada 2.515 perempuan yang terdiagnosis kanker serviks sepanjang tahun 2024.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkirakan ada lebih dari 36 ribu kasus baru kanker serviks yang terdeteksi setiap tahun secara nasional.

Data itu terungkap oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Irma Makiah, pada Senin, 18 Agustus 2025.

Irma menuturkan, kasus kanker serviks di Indonesia tergolong tinggi. Bahkan, sekitar 70 persen kasus tersebut baru diketahui pada stadium lanjut, yang secara signifikan mampu meningkatkan risiko kematian.

BACA JUGA: Lewat Program Speling, Pemprov Jateng Tekan Kasus TBC dan Kanker Serviks

Pihaknya menjelaskan, kanker serviks berada di urutan kedua penyebab kematian pada perempuan di Indonesia.

“Kasus kanker serviks cukup tinggi di Indonesia ya, berada di urutan kedua sebagai penyebab kematian pada perempuan dan penyebabnya adalah virus HPV yang biasanya menular melalui hubungan seksual,” tutur Irma.

Oleh sebabnya, kata Irma, Dinas Kesehatan Jateng tak berhenti mengejar target vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) yang menyasar pelajar SD kelas 5 dan 6 serta SMP kelas 9. Adapun vaksinasi itu telah berlangsung sejak tahun 2023.

Irma menuturkan, Dinas Kesehatan Jateng turut menggandeng berbagai pihak; mulai dari Dinas Pendidikan setempat, puskesmas, hingga sekolah-sekolah.

Pihaknya menuturkan, pemberian vaksin HPV ini akan diintegrasikan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS.

“Nanti akan diintegrasikan dengan program BIAS ya, yang pelaksanaannya pada bulan Agustus dan November,” jelas dia.

Pemberian vaksin HPV di Jateng meningkat tiap tahun, Dinas Kesehatan juga targetkan laki-laki

Lebih lanjut, Irma menyebut capaian dosis pertama vaksinasi HPV pada tahun 2023 mencapai 106 persen dan dosis kedua 91 persen.

Pada tahun 2024, kata Irma, capaian itu meningkat menjadi 132 persen untuk dosis pertama dan 90 persen untuk dosis kedua.

“Yang HPV 1 tinggi capaiannya, karena mengejar imunisasi untuk 9 SMP,” jelas Irma.

Ia menyebut, sasaran vaksin HPV untuk siswa perempuan kelas 5 SD di Jateng sebanyak 267.434 anak.

Sementara itu, sasaran vaksinasi bagi perempuan di bawah usia 15 tahun, yakni kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, mencapai 252.473 anak.

BACA JUGA: Suasana Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Semarang, Bisa Cek Mental hingga Kanker Serviks

Tak hanya perempuan, siswa laki-laki juga dicanangkan untuk menerima vaksin serupa agar pencegahan dapat lebih efektif.

“Menurut rencana aksi nasional penanggulangan kanker, ini nanti akan berlanjut pada anak laki-laki, karena penularan melalui hubungan seksual, berarti dari laki-laki juga ada target dalam road map nasional yang sedang berproses,” papar dia.

Kemenkes RI menyatakan layanan skrining HPV DNA akan terintegrasikan dalam program cek kesehatan gratis (CKG) per tahun 2025. Namun, hingga kini hal tersebut belum berlaku dalam pelaksanaan CKG.

Menanggapi itu, Irma mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk teknis atau juknis dari Kemenkes RI.

“Untuk integrasi dengan CKG kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenkes. HPV DNA baru merupakan proyek percontohan tahun lalu di Dinas Kesehatan Semarang,” ungkap Irma. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp