Lebih lanjut, Joko menyebut puding yang tersaji dalam menu MBG di SDN Ungaran 01 menurut dugaan bermasalah. “Dari fisiknya saja cenderung encer tidak seperti umumnya puding,” ucapnya.
Selain itu dari aromanya juga mencurigakan, seperti sudah basi. “Maka puding tersebut juga harus diperiksa di laborat. Sudah mengandung bakteri apa saja?” tegasnya.
BACA JUGA: Ratusan Siswa Keracunan MBG, 2 SPPG Banyumas Ternyata Layani Lebih dari 10 Sekolah per Hari
Sebelumnya, perwakilan Komite Sekolah, Andreas Agus, mengatakan semestinya dapur penyedia MBG bagi siswa haruslah profesional. Selain itu, bahan bakunya juga harus berkualitas.
Demikian pula dari cara memasak serta kebersihannya. Pasalnya, kata Andreas, porsinya sampai ribuan porsi, sehingga ada yang sudah benar-benar matang dan mungkin ada pula yang belum.
“Kalau itu diterapkan dengan baik, maka kasus-kasus keluhan keracunan seperti ini tidak akan terjadi. “Karena keluhan dari anak-anak ini [walaupun tidak semua, tetapi muncul] setelah menyantap MBG,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





