SEMARANG, beritajateng.tv – Imbas ratusan pelajar yang keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyumas, Jawa Tengah, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya. Adapun dua SPPG itu ialah SPPG Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, dan SPPG Sudagaran, Kecamatan Banyumas.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Banyumas, Luki Ayu, membenarkan dua SPPG itu sudah berhenti operasional untuk sementara. Luki mengungkap, sampel makanan dari kedua SPPG itu sudah pihaknya berikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dan puskesmas untuk dilakukan uji sampling.
“Selanjutnya uji sampling makanannya ya, lihat apakah memang penyebabnya dari makanan atau bukan. Setelah itu, kami melakukan pemantauan kepada siswa yang terdampak atau menjadi korban dari KLB (kejadian luar biasa) ini. Kita update setiap hari untuk jumlahnya, sambil kita pantau,” ujar Luki via WhatsApp Call, Selasa, 30 September 2025.
BACA JUGA: Ramai Kasus Keracunan MBG, Prabowo Panggil Kepala BGN untuk Menindak Lanjuti
Menurut keterangan Luki, kedua SPPG tersebut melayani lebih dari 5 (lima) sekolah. Namun, Luki tak dapat menyebut jumlah pastinya. Jika digabungkan, Luki membenarkan kedua SPPG itu melayani lebih dari 10 sekolah.
“Lebih dari lima [sekolah] ada. Kalau di Sudagaran, Banyumas itu lima sekolah. Kalau di Karanglewas kayaknya lebih dari lima. [Sekitar 10 sekolah] mungkin ya, sekitar segitu,” akunya.
Adapun satu SPPG, kata Luki, bisa menyajikan 3 ribu porsi makanan setiap harinya.
“Di angka tiga ribuan ya,” terangnya.
Minta mitra SPPG melapor jika ada kerusakan pada alat masak maupun bahan pangan
Usai kejadian ratusan siswa keracunan, Luki menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi internal terhadap SPPG. Tak hanya itu, kata dia, puskesmas pun telah turun tangan untuk melakukan pengecekan terhadap alat-alat masak.
“Semua alat itu dicek, apakah dari freezernya yang bermasalah atau dari kompornya bermasalah, itu semuanya dicek. Kami juga mengharapkan kepada mitra kalau memang ada sesuatu yang rusak segera diperbaiki agar kita bisa menjaga kualitas makanan,” tegas dia.





