HeadlineNasional

Elektabilitas Ganjar Menurun, LSI: Prabowo Cenderung Menguat!

×

Elektabilitas Ganjar Menurun, LSI: Prabowo Cenderung Menguat!

Sebarkan artikel ini
elektabilitas ganjar
LSI menyebut elektabilitas Ganjar Pranowo semakin menurun semenjak tiga bulan terakhir. Senin (10/4/2023). Sumber: @ganjar_pranowo.

JAKARTA, beritajateng.tv – Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terhadap tiga kandidat bakal calon presiden (Capres) menunjukkan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo turun dalam 3 bulan terakhir, Senin (10/4/2023).

Pada survei Januari 2023, Gubernur Jawa Tengah itu mengantongi suara elektoral 36,3 persen. Angka tersebut sedikit turun pada Februari 2023 menjadi 35,0 persen. Selanjutnya menurut survei 31 Maret-4 April 2023, elektabilitas Ganjar merosot signifikan sekitar 8,1 persen menjadi 26,9 persen.

“Jadi meskipun dia angka absolutnya tidak signifikan secara statistik, tapi ada kecenderungan rupanya itu makin menurun sekarang,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei daring, Minggu (9/4/2023).

Ada beberapa faktor penyebab elektabilitas Ganjar menurun signifikan. Salah satunya adanya sinyal dukungan berulang kali dari Presiden Joko Widodo terhadap Prabowo Subianto.

Sebelumnya, banyak yang menganggap Ganjar sebagai sosok penerus Jokowi. Kemungkinan pemilih Jokowi pada Pemilu 2019 lalu akan memberikan dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah itu. Akan tetapi, Prabowo selalu mendapat endorsment dari Jokowi sehingga sebagian massa presiden perlahan berpindah ke Prabowo Subianto. Hal tersebut membuat elektabilitas Ganjar dan dukungan dari masyarakat semakin menurun.

Selain itu, anjloknya elektoral Ganjar juga karena batalnya gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia. Berdasarkan kacamata publik, Ganjar seolah menjadi salah satu tokoh penyebab Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah karena lantang menolak Timnas Israel.

Elektabilitas Ganjar Merosot, Efek Loyalitas Terhadap Partai?

Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait pilihan politik pada tanggal 31 Maret – 9 April 2023 menunjukkan trafik pemilihan tokoh publik sebagai bakal calon presiden 2024. Adapun hasil surveinya menunjukkan sebagai berikut.