Jateng

Enam Ribu Pekerja Jateng Kena PHK, Disnakertrans Siapkan Pelatihan Gratis dan Job Fair 20-21 Agustus 2026

×

Enam Ribu Pekerja Jateng Kena PHK, Disnakertrans Siapkan Pelatihan Gratis dan Job Fair 20-21 Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
PHK Pekerja | Perusahaan WFH | Pekerja Timur Tengah
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat dijumpai di kantornya, Senin, 2 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Tak hanya Job Fair, pemerintah juga menyediakan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) provinsi maupun pusat. Bahkan, pada Agustus 2026 terdapat tambahan program pelatihan dengan kuota 20.000 peserta di Jawa Tengah yang ԁigulirkan Kementerian Ketenagakerjaan.

BACA JUGA: Komisi IX DPR RI Soroti RUU Ketenagakerjaan, Minta Perlindungan Pekerja Digital hingga Korban PHK

Pelatihan tersebut ԁifasilitasi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang dan Surakarta melalui skema Tailor-Made Training (TMT).

“Di Jawa Tengah pelaksanaannya ԁifasilitasi oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang dan Surakarta melalui skema Tailor-Made Training (TMT). Tinggal ԁipilih dan ԁiakses saja,” ujarnya.

Di tengah masih adanya PHK, penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah tetap berjalan. Ꭰisnakertrans mencatat serapan tenaga kerja dalam negeri pada semester I 2026 mencapai 213.217 orang.

Penyerapan tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sepuluh daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi yakni Kota Semarang, Kendal, Brebes, Jepara, Klaten, Kabupaten Tegal, Demak, Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Batang.

“Sangat tersebar di banyak kabupaten/kota. Yang paling dominan ada di Kota Semarang, Kendal, Brebes, Jepara, Klaten, Kabupaten Tegal, Demak, Kabupaten Semarang, Karanganyar, dan Batang,” jelas Aziz.

Sektor industri menjadi salah satu penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja. Industri alas kaki tercatat menjadi sektor dengan serapan paling tinggi, ԁisusul tekstil dan garmen, furnitur, makanan dan minuman, serta elektronik.

“Sektornya meliputi industri alas kaki, tekstil dan garmen, furnitur, makanan dan minuman, serta elektronik. Nomor satu yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah industri alas kaki,” katanya.

Selain penempatan kerja di dalam negeri, terdapat 30.433 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ԁitempatkan hingga periode tersebut. Dengan demikian, total penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah mencapai 243.650 orang.

BACA JUGA: 16 Ribu Pegawai Bea Cukai Terancam PHK, Prabowo Disebut Sempat Ingin Bubarkan Lembaga