Kesehatan

Fakta! Makanan Pedas Bisa Memperbaiki Mood dan Kesuburan, Perhatikan Hal Ini

×

Fakta! Makanan Pedas Bisa Memperbaiki Mood dan Kesuburan, Perhatikan Hal Ini

Sebarkan artikel ini
ilustrasi cabai
Ilustasi cabai, makanan pedas. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Setiap negara memang memiliki kenekaragaman kulineran masing- masing. Namun, salah satu hal yang menarik adalah, banyak orang di belahan dunia manapun pasti ada yang suka mengonsumsi makanan pedas.

Bahkan beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 16 Januari, seluruh dunia memperingati Hari Makanan Pedas Sedunia.

Lantas, kenapa ada orang yang bisa menyukai rasa pedas padahal menyakitkan bagi tubuh? Apa alasan mereka suka mengonsumsi makanan pedas?

Vilda Ana Veria Setyawati, S.Gz, M.Gizi, pakar sekaligus Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengungkapkan, meski mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah berlebihan dapt membahayakan tubuh, namun mengonsumsi makanan pedas juga memiliki beberapa manfaat.

Salah satunya meningkatkan mood atau suasana hati.

Vilda menyebut, mengonsumsi makanan pedas akan mendorong tubuh dalam memproduksi endorfin. Dengan endorfin itu, tubuh dapat menjadi lebih rileks dan menyebabkan emosional perlahan membaik.

BACA JUGA: Harga Naik Semakin Tinggi, Ketua DPRD Jateng Ajak Masyarakat Tanam Cabai di Rumah

“Secara psikologis juga makanan pedas bisa meningkatkan mood, apalagi bagi kaum perempuan yang lebih banyak menggunakan hati atau baperan,” katanya kepada beritajateng.tv, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, selain memperbaiki mood, makanan tersebut juga bermanfaat dalam menjaga kesuburan, khususnya perempuan. Kandungan kapsaisin pada cabai, kata Vilda, dapat membantu kesuburan pada perempuan.

Dari segi ilmiah, cabai yang mengandung kapsaisin memang dapat meningkatkan kesuburan pada perempuan. Namun, Vilda menegaskan, kapsaisin hanya bisa didapat dari cabai alami.

“Jadi kalau kita bisa melihat aspek baiknya adalah dari kesuburan, ini sisi positif dari cabai. Tapi ini cabai yang bener-benar cabai alami, bukan cabai instan yang dijual di pasaran dalam bentuk bubuk,” tekannya.

Bahaya cabai bubuk

Lebih lanjut, Vilda, menyebut jika saat ini, makanan jenis tersebut lebih banyak menggunakan cabai kering atau bubuk cabai sebagai penguat rasa pedasnya. Apalagi, cabai bubuk memberikan rasa pedas yang tidak jauh beda dengan cabai alami.

Namun, lanjut Vilda, kita tidak pernah tau tambahan apa yang ada dalam pembuatan cabai bubuk. Oleh karenanya, tidak ada salahnya menghindari atau membatasi konsumsi cabai bubuk.

BACA JUGA: Ramai Penolakan Vaksinasi Polio, Pakar Unnes: Perlu Cakupan 100 Persen Agar Satu Negara Kebal

Menurut Vilda, mengonsumsi makanan pedas satu kali dalam satu minggu adalah standar yang masih bisa diterima dengan baik oleh tubuh.

“Kalau dalam bentuk bubuk itu kan sintetis dan jelas tidak baik, jadi kalau cabai alami masih ada dampak positif asalkan tidak berlebihan,” ucapnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp