Samuel juga menyampaikan pesan motivasi kepada warga binaan agar terus percaya diri dan menjaga mimpi mereka.
“Kreativitas itu tidak mengenal batas. Tidak ada jeruji bagi kreativitas. Di mana pun kita berada, kita tetap bisa berkarya. The sky is the limit,” ujarnya.
Fashion show yang berlangsung di area Taman Kota Lama Lapas Perempuan Bulu Semarang ini diawali dengan pembukaan, persembahan seni, laporan kegiatan, dan sambutan para tamu undangan.
Puncaknya, koleksi batik “Benang Cinta Ibu: Dari Balik Tangan yang Menguatkan” di peragakan oleh model profesional bersama warga binaan terpilih. Sekaligus adanya peluncuran Batik Malini Fatma sebagai produk unggulan UMKM binaan lapas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Bulu Semarang berharap dapat menjadi inspirasi bagi lapas dan rutan lain di Indonesia. Dalam mengembangkan pembinaan berbasis kemandirian dan industri kreatif. Sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan dan daya saing saat kembali ke tengah masyarakat. (*)
Editor: Elly Amaliyah





