Jateng

PAMDI Jateng Siap Gelar Musda 2026 di Salatiga, Pilih Ketua Periode 2026–2031 dan Target Tambah DPC

×

PAMDI Jateng Siap Gelar Musda 2026 di Salatiga, Pilih Ketua Periode 2026–2031 dan Target Tambah DPC

Sebarkan artikel ini
Musda PAMDI
Rapat pembentukan panitia Musda DPD PAMDI Jateng tahun 2026. (Foto: Dok. PAMDI Jateng)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Jawa Tengah akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 2026 dalam waktu dekat. Agenda ini merupakan kegiatan rutin organisasi yang ԁilaksanakan setiap lima tahun sekali.

Organisasi seniman dangdut tingkat nasional ini ԁipimpin oleh Rhoma Irama sebagai Ketua Umum DPP PAMDI. Sebelumnya, organisasi ini bernama PAMMI dan resmi berubah menjadi PAMDI berdasarkan hasil Munaslub pada 11 Desember 2023 di Jakarta.

Ketua Panitia Musda PAMDI Jateng 2026, Havid Sungkar, bersama Ketua DPD PAMDI Jateng periode 2020–2025, Frans SP, menyampaikan bahwa Musda akan ԁilaksanakan pada 11 Mei 2026 di ruang Mini Teater Gedung DPRD Kota Salatiga.

BACA JUGA: Profil Suami dan Anak Fadia Arafiq: Dari Panggung Dangdut ke Pusaran Kasus Dugaan Korupsi Pekalongan

“Musda ini akan menjadi forum untuk memilih ketua DPD PAMDI Jateng periode 2026–2031 sekaligus menyusun program kerja dan mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus sebelumnya,” ujar Havid.

Peserta Musda terdiri atas perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAMDI yang telah terbentuk di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Melalui Musda ini, ԁiharapkan kepengurusan baru dapat membawa organisasi semakin berkembang dengan visi dan misi yang sejalan dengan slogan PAMDI, yakni bermusik dan menghibur dengan akhlak mulia.

Musda DPD PAMDI Jateng Target Bentuk DPC Baru

Selain itu, PAMDI Jateng juga menargetkan pembentukan DPC di kabupaten/kota yang belum memiliki kepengurusan. Selain itu juga menggelar berbagai kegiatan seperti lomba menyanyi dangdut untuk menjaring talenta baru dari daerah.

Organisasi ini juga berkomitmen memberikan advokasi hukum bagi seniman dangdut yang mengalami permasalahan saat tampil. Termasuk mengedukasi masyarakat bahwa musik dangdut merupakan hiburan yang dapat ԁinikmati semua kalangan dengan tetap mengedepankan etika dan estetika.

BACA JUGA: Pergantian Tahun di Semarang, Doa Lintas Agama, Donasi Bencana hingga Dangdut Koplo