SEMARANG, beritajateng.tv – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan bahwa Jembatan Tol Kaligawe sudah bisa kendaraan lewati secara dua arah pada arus mudik dan balik Lebaran 2024.
“Jembatan Kaligawe saat H-10 Lebaran sudah bisa fungsional dua arah di atas,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan BBPJN Jateng-DIY, Janto, Minggu, 31 Maret 2024.
Ia menyebut, untuk jalan Kaligawe di bawah jembatan, terutama ke arah Pelabuhan Tanjung Mas Semarang juga sudah bisa fungsional untuk kendaraan saat Lebaran nanti.
BACA JUGA: Dari Jalan Tol hingga Pantura, Ini Prediksi Jalur Mudik Lebaran 2024 yang Rawan Macet di Jateng
Menurutnya, Jalan Tol Solo-Yogyakarta juga akan buka secara fungsional pada arus mudik dan balik Lebaran 1445 Hijriah. Namun, di sana belum ada rest area atau tempat peristirahatan.
“Masih gratis karena fungsional ya. Rest area belum ada, tetapi akan ada posko. Misalnya di STA 13 di Colomadu. Ada posko Lebaran, sudah disiapkan tempat peristirahatan meski tidak sebesar ‘rest area’,” tuturnya.
Kemudian, posko Lebaran di STA 21 “Interchange” Karanganom serta di jalur-jalur keluar tol juga ada posko gabungan kepolisian dan Dinas Perhubungan.
Selain soal Jembatan Tol Kaligawe, BBPJN Jateng-DIY ungkap kemantapan jalan nasional
Kepala BBPJN Jateng-DIY Rien Marlia menegaskan bahwa kemantapan jalan nasional pada Lebaran tahun ini mencapai 96,97 persen, atau meningkat dari Lebaran lalu sebesar 94,31 persen.
Ia menyebut total panjang jalan nasional di Jateng-DIY mencapai 1.887,29 kilometer. Terdiri atas jalan nasional di Jateng dengan kemantapan 96,73 persen. Selain itu, juga jembatan nasional sebanyak 858 buah dengan panjang 33.432,87 meter dalam kondisi 91,94 mantap.
BACA JUGA: Atur Arus Mudik dan Balik, Polda Jateng Akan Terapkan One Way Tol Mulai 5 April, Begini Sistemnya
Sedangkan di wilayah DIY, panjang jalan nasional 306,34 km dengan kemantapan 98,22 persen, dan jembatan nasional di Provinsi DIY berjumlah 132 buah dengan panjang 7.632,5 meter dalam kondisi 98,92 persen mantap.
Jaringan jalan nasional di Jateng-DIY, kata Rien, terbagi menjadi enam jalur. Yakni, Lintas Utara (Pantura), Lintas Tengah, Jalan Non Lintas, Jalan Pantai Selatan (Pansela), Jalan Penghubung Lintas, dan Jalan Lintas Selatan. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





