Jateng

Gandeng Paguyuban Dalang Karanganyar, Sumanto Ajak Generasi Muda Pahami Cerita Wayang Kulit

×

Gandeng Paguyuban Dalang Karanganyar, Sumanto Ajak Generasi Muda Pahami Cerita Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto berdialog dengan masyarakat sebelum pentas wayang kulit dengan lakon "Semar Mbangun Kahyangan" di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (DPRD Jateng)

KARANGANYAR, beritajateng.tv – Komitmen kuat untuk terus nguri-uri budaya Jawa kembali Ketua DPRD Jateng Sumanto tunjukkan. Kali ini, politisi senior tersebut menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan” di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini mendapat sambutan antusias oleh ratusan warga yang memadati lokasi acara. Tidak tanggung-tanggung, pementasan ini menampilkan kolaborasi apik dari duet dalang kondang, Ki Sularno Guno Carito dan Satriyo Wibowo. Suasana malam juga semakin semarak dan penuh tawa berkat aksi jenaka dari bintang tamu dagelan Ompong Kusuma.

Acara yang melibatkan Paguyuban Dalang Karanganyar ini menjadi bukti nyata dari konsistensi Sumanto yang dikenal rutin nanggap wayang kulit di berbagai kesempatan. Bagi para seniman lokal, inisiatif Ketua DPRD Jateng ini menjadi angin segar yang memberikan ruang dan wadah bagi para dalang se-Kabupaten Karanganyar untuk unjuk gigi dan menjaga eksistensi mereka.

BACA JUGA: Bendungan Jlantah Diresmikan, Sumanto Berharap jadi Solusi Petani Karanganyar saat Kemarau Panjang

Sumanto menekankan wayang kulit bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang sarat nilai moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal.

Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menghadiri Pentas Wayang Kulit dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan” di Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (DPRD Jateng)

“Melalui pagelaran seperti ini, kita bisa ikut andil dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya kesenian wayang kulit yang menjadi identitas dan kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Sumanto dukung pelestarian budaya tradisional

Menurutnya, selain sebagai sajian hiburan dan pelestarian budaya tradisional, pagelaran ini juga membawa misi penting. Yaitu menarik minat generasi muda nonton wayang. Lakon “Semar Bangun Kahyangan” malam itu sarat akan pesan moral tentang perubahan karakter, gotong royong, dan pembangunan mental kebaikan. Sebuah pesan yang sangat relevan bagi anak muda masa kini.

Sumanto menekankan, agar generasi muda mau menonton wayang kulit. Langkah awalnya adalah membantu mereka memahami jalan cerita dan filosofi di balik tokoh-tokohnya. Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z perlu lebih mengenal karakter wayang dengan cara yang lebih interaktif dan relevan.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Gelar Aksi Jogo Kali di Karanganyar, Sumanto Minta Pohon Jangan Jadi Bonsai

“Jika anak muda sudah paham esensi ceritanya, mereka tidak lagi menganggap wayang sebagai hal yang kuno. Melainkan sebuah mahakarya yang keren dan penuh makna,” paparnya.

Sumanto menegaskan, pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Seni tradisional seperti wayang, karawitan, dan kesenian rakyat lainnya menjadi identitas masyarakat yang harus terus kita jaga.

Ia juga berharap kegiatan budaya tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mampu melahirkan regenerasi seniman muda sehingga warisan budaya tetap lestari. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas seni ia harapkan semakin kuat demi mendukung kemajuan kebudayaan di Kabupaten Karanganyar. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp