SEMARANG, beritajateng.tv – Para warganet mendapati Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghadiri halalbihalal kades seprovinsi Jawa Barat lewat unggahan Twitter-nya, Minggu (14/5/2023). Melihat hal itu, banyak warganet lantas menganggap ia kelewatan.
“Alhamdulillah bisa berbagi inspirasi dan belajar banyak hal dengan temen-temen kepala desa se Jawa Barat,” tulis Ganjar di akun Twitter pribadinya @ganjarpranowo.
Ia pun menambahkan, “Terutama bagaimana mengoptimalkan potensi desa, sebagaimana yang selama ini kita lakukan di Jawa Tengah. Sehat-sehat selalu temen-temen.”
Warganet pun menyayangkan, Ganjar melawat ke Jawa Barat saat sedang terjadi banjir rob di daerah Sayung, Jalan Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah, Minggu (14/5/2023).
“Di Demak Jateng lagi banjir Rob Gubernurnya Mala keluyuran, lagi lari dari kenyataan apa!” tulis akun Twitter @Santr1_Kobong.
BACA JUGA: Sindir Ganjar Soal Masih Banyak Jalan Rusak di Jawa Tengah, Warganet: Masih Gubernur Jateng Tidak?
Mengetahui hal itu, warganet pun lantas mempertanyakan kapasitas Ganjar sebagai Gubernur Jateng yang malah menghadiri acara cukup resmi di Jawa Barat.
“Pak Ganjar ktp mana?” tulis akun Twitter @anto_suro.
Lawatan Ganjar ke Jawa Barat Kelewatan
Tak sedikit warganet yang mempertanyakan posisi Ganjar dalam menghadiri acara tersebut. Mereka menganggap posisinya terbolak-balik dengan Gubernur Jawa Barat.
“Maaf pak @ganjarpranowo saya mau tanya, bapak ini Gubernur Jawa tengah apa Gubernur jawa barat atau YouTuber?” tulis akun Witter @Hudakeyy.
Sementara itu, warganet lain menganggap tindakan Ganjar tersebut kelewatan dan di luar wewnangnya sebagai Gubernur Jateng aktif.
“Ngumpulin kades se-Jabar dalam kapasitas Anda sebagai apa pak? Emg punya wewenang buat itu ya? Apa ndak offside dgn wilayah otoritas Gubernur Jabar?” tulis akun Twitter @WidasSatyo.
Kemudian, ia pun menambahkan, “Udahlah kalo emang panjenengan sibuk mempersiapkan agenda pilpres, lebih fair kalo Anda resign dulu dari posisi Gubernur Jateng.”
Belakangan, Ganjar Pranowo memang tengah sibuk melawat ke berbagai tokoh dan daerah. Akan tetapi, pada setiap unggahannya di medsos, ia kerap menyangkal itu sebagai safari politik. (*)





