Menyapa Nusantara

Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, BNPB Berhasil Redam 70 Persen Curah Hujan di Jawa Tengah

×

Gelar Operasi Modifikasi Cuaca, BNPB Berhasil Redam 70 Persen Curah Hujan di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Operasi Modifikasi Cuaca
Petugas memasukkan garam ke badan pesawat untuk disemai ke awan potensial dalam rangkaian operasi modifikasi cuaca, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, 15 Desember 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Operasi modifikasi cuaca yang digelar oleh BNPB terbukti berhasil menurunkan curah hujan di beberapa wilayah. Program ini menunjukkan hasil signifikan di Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak 11 hingga 14 Desember 2024.

Penyemaian garam menjadi strategi utama untuk mengurangi intensitas hujan, terutama di daerah-daerah rawan banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa intensitas hujan di beberapa wilayah berkurang drastis.

“Modifikasi cuaca berhasil menurunkan curah hujan hingga 70 persen di Jawa Tengah, seperti Jepara, Pati, Kudus, Demak, dan Kota Semarang. Kini curah hujan rata-rata hanya 5—20 mm per hari,” kata Abdul.

BACA JUGA: BPBD Jawa Tengah Perkirakan Puncak Musim Hujan Februari 2025: Waspadai Banjir dan Longsor

Sebelumnya, BMKG memprediksi intensitas hujan di wilayah ini bisa mencapai 50—120 mm per hari.

Wilayah selatan Jawa Barat juga mencatatkan keberhasilan yang serupa. Penyemaian garam mampu menurunkan curah hujan di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Intensitas hujan yang awalnya mencapai 150 mm per hari berhasil teredam menjadi 5—30 mm per hari, atau sekitar 60 persen.

Abdul menyatakan bahwa hasil ini membuktikan efektivitas operasi modifikasi cuaca dalam menekan risiko banjir di musim hujan.

BACA JUGA: Belakangan Mulai Hujan Plus Petir, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Jawa Tengah hingga 18 Desember

Operasi ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak buruk hujan deras yang bisa menyebabkan banjir dan longsor.

BNPB terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perubahan cuaca secara real-time. Data yang akurat menjadi dasar pelaksanaan penyemaian garam agar memberikan dampak maksimal.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap waspada dan memantau informasi dari pihak berwenang. Abdul berharap, operasi ini menjadi solusi efektif jangka pendek dalam menangani ancaman banjir akibat cuaca ekstrem.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, BMKG, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp